Kompas.com - 13/02/2018, 10:45 WIB

"Dengan kecepatan konstan, kolom vertebral bergerak maju. Satu bagian otot menarik kulit ke depan dan kemudian akan berhenti sesaat, setelah itu disusul gerakan otot antagonis secara berlawanan menarik kolom vertebral tersebut," Kata Newman. 

Gerakan hewan seperti ini akan menjadi keuntungan bagi pemangsa hewan pengerat dan hewan lainnya yang berada di atas tanah hutan.

Namun, menurut peneliti, ular hanya bergerak secara lurus saat santai dan akan kembali ke gerakan serpentine pada saat terkejut. 

Penelitian yang didanai National Science Foundation menjelaskan  kesalahan hipotesis Lissman pada tahun 1950-an yang menjelaskan gerakan maju ular karena gerakan otot yang menarik kulit dan menyebabkan ular bergerak maju.

"Tapi, mengingat saat dia melakukan studi ini, saya kagum pada bagaimana dia bisa melakukannya. Saya memiliki kekaguman yang luar biasa atas wawasannya," kata Newman.

Baca Juga: Hiu "Berbadan Ular" dengan 300 Gigi Ditemukan, Setua Dinosaurus

"Ular ada di mana-mana, di air, di daratan, memanjat pohon, ataupun bergerak horizontal. Itu karena mereka memiliki begitu banyak cara mengendalikan otot mereka. Itu sangat menarik," tambahnya.

Ada empat gerakan ular, yaitu serpentin adalah gerakan berkelok-kelok seperti huruf S. Ada pula konsertina, gerakan yang memendekkan dan memanjangkan tubuhnya.

Selain itu ada sidewinding, gerakan membengkokkan badan dan membuat sedikit titik badan ular yang bersentuhan langsung dengan tanah atau pasir. Gerakan ini sering dilakukan pada ular rattle pada padang pasir yang panas.

Terakhir, rectalinier atau gerakan lurus pada ular yang memanfaatkan otot dan kulit di bagian perut serta cengkeramannya pada tanah. Gerakan ini bisa membantu ular masuk lobang kecil.

Menurut Newman, hasil penelitian ini akan menjadi keuntungan besar bagi dunia robotik yang bisa bergerak lurus di ruang kecil yang terbatas untuk pencarian dan penyelamatan di puing-puing dan bangunan yang roboh, dikutip Physorg, Senin (12/2/2018).

Baca juga : Viral Video Ular di Dalam Toilet, Ini Kata Herpetolog

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.