Kenang Kembali 7 Bencana Alam Terparah di Indonesia Sepanjang 2017

Kompas.com - 18/12/2017, 21:45 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

6. Gunung Agung Meletus

Sebelum meletus pada Selasa (21/22/2017) pukul 17.05 WITA, gunung Agung yang ada di Karangasem, Bali, sudah menunjukkan aktivitasnya sejak pertengahan September.

Selama bulan September, sudah ada puluhan ribu orang yang melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Jumlahnya hampir 100 ribu orang. Aktivitas gempa sampai (11/10/2017) tercatat ada 18.228 kali gempa.

Saat meletus, semburan abu mencapai tinggi kurang lebih 500-700 meter dan tertiup angin ke arah timur dan tenggara. Sejumlah desa di sekitar lereng Gunung Agung terkena hujan abu vulkanik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sampai 5 Desember 2017 belum ada penurunan status awas Gunung Agung di Bali.

"Tidak ada penurunan status awas. Meskipun sejak 30 November sampai sekarang tidak ada erupsi, bahkan terjadi penurunan abu atau asap yang keluar dari kawah," kata Sutopo dalam paparan di Jakarta, Selasa (5/12/2017).


Baca juga : 4 Fakta Gunung Agung yang Perlu Diketahui

7. Cempaka dan Dahlia Ukir Sejarah

Cempaka dan Dahlia merupakan nama siklon tropis yang terjadi akhir November lalu. Keduanya menjadi kali pertama dalam sejarah karena lahir dalam minggu yang sama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) pada Senin (27/11/2017) mengumumkan bahwa siklon tropis Cempaka terbentuk di perairan Selatan Jawa Tengah, sekitar 100 kilometer sebelah selatan tenggara Cilacap.

Rabu (29/11/2017), siklon tropis Cempaka melemah dan menjauhi Indonesia, tetapi siklon baru bernama Dahlia lahir. Dahlia lahir di wilayah 470 kilometer sebelah barat daya Bengkulu.

Sutopo mengatakan, siklon tropis Cempaka telah menyebabkan banjir, longsor, dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa.

Deretan bencana ini menyebabkan korban meninggal dan hilang sebanyak 41 orang, terdiri dari 25 orang di Pacitan, 10 orang di Yogyakarta, empat orang di Wonogiri, dan masing-masing satu orang di Wonosobo dan Purworejo. Sementara itu, jumlah korban luka-luka mencapai 13 orang.

"Jumlah pengungsi mencapai 28.190 orang, dan mereka ini masih di pengungsian," kata Sutopo dalam paparan di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Adapun, dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh siklon tropis Cempaka yakni 4.888 rumah rusak, 3.212 terendam, 36 unit jembatan rusak, 21 fasilitas pendidikan rusak, empat fasilitas peribadatan rusak, dan dua unit fasilitas kesehatan.

Siklon tropis Cempaka pada Rabu (29/11/2017).BMKG Siklon tropis Cempaka pada Rabu (29/11/2017).

Baca juga : Kenapa Siklon Cempaka Lebih Dahsyat Dampaknya Dibandingkan Dahlia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.