Kenang Kembali 7 Bencana Alam Terparah di Indonesia Sepanjang 2017

Kompas.com - 18/12/2017, 21:45 WIB
Warga menyaksikan rumah yang ambruk akibat gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2017). Gempa berkekuatan 6,9 skala richter dan berpotensi tsunami dilaporkan terjadi pada Jumat (15/12/2017) pukul 23:47:58 WIB di wilayah Tasikmalaya. ANTARA FOTO / ADENG BUSTOMIWarga menyaksikan rumah yang ambruk akibat gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2017). Gempa berkekuatan 6,9 skala richter dan berpotensi tsunami dilaporkan terjadi pada Jumat (15/12/2017) pukul 23:47:58 WIB di wilayah Tasikmalaya.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa


KOMPAS.com -- Sepanjang tahun 2017, Indonesia mencatat rangkaian peristiwa penting, tak terkecuali bencana alam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa ada 2.175 kejadian bencana di Indonesia sejak awal tahun hingga 4 Desember 2017.

Kejadian itu terdiri dari banjir (737 kejadian), puting beliung (651 kejadian), tanah longsor (577 kejadian), kebakaran hutan dan lahan (96 kejadian), banjir dan tanah longsor (67 kejadian), kekeringan (19 kejadian), gempa bumi (18 kejadian), gelombang pasang/abrasi (8 kejadian), serta letusan gunung api (2 kejadian).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kejadian bencana di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut dia, sebanyak 95 persen kejadian bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi.

"Yaitu bencana yang dipengaruhi cuaca. (Seperti) longsor, kekeringan, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, dan cuaca ekstrem," kata Sutopo dalam paparan di kantor BNPB, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

BNPB mencatat jumlah korban meninggal mencapai 335 orang, korban luka-luka sebanyak 969 orang, dan korban mengungsi dan menderita sebanyak 3,22 juta orang.

Baca juga : Sepanjang 2017, BNPB Mencatat 2.175 Kejadian Bencana di Indonesia

Berikut kami merangkum tujuh bencana alam terparah sepanjang tahun di Indonesia.

1. 7 Kecamatan Sumbawa terendam banjir

Tahun 2017 diawali dengan bencana banjir yang melanda 7 kecamatan di kabupaten Sumbawa, NTB. Hal ini karena hujan terus menerus mengguyur selama lima hari sejak Senin (6/2/2017) hingga Sabtu (11/2/2017).

Sutopo menyebut kecamatan yang dilanda banjir saat itu adalah Labuan Badas, Empang, Terano, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Utara, dan Moyo Hilir. Sebanyak 49.541 jiwa terdampak banjir di 7 kecamatan itu.

Baca juga : 7 Kecamatan di Sumbawa Terendam Banjir

2. Daerah bekas longsor Ponorogo ditetapkan sebagai Zona Merah

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X