Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/07/2017, 17:12 WIB

KOMPAS.com -- Pernahkah Anda merasa mengalami pengalaman keluar dari tubuh?

Selama ini, pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience atau OBE) dianggap masuk dalam ranah spiritualitas dan mistis.

Baca juga: Ketindihan dan Melihat Hantu Saat Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang-orang yang pernah mengalaminya berkata bahwa rasanya seakan melayang keluar dari tubuh dalam keadaan mimpi sadar.

Penjelasan pengalaman keluar dari tubuh

OBE juga seringkali dialami ketika seseorang hampir mati atau dalam trauma fisik yang luar biasa.

Namun, studi terbaru oleh Aix-Marseille Université di Perancis menyuguhkan penjelasan alternatif yang lebih sederhana.

Diungkapkan dalam jurnal Cortex, OBE ternyata lebih sering dialami oleh orang-orang yang sering merasa pusing dan memiliki gangguan pada bagian dalam telinganya (gangguan vestibular tipe perifer).

Penelitian yang dipimpin oleh Christophe Lopez ini membandingkan 210 orang yang sering mengalami pusing dengan 210 orang lain yang tidak memiliki sejarah pernah pusing akibat gangguan vestibular tipe perifer.

Ternyata, 14 persen dari partisipan yang mengalami pusing pernah merasakan OBE.

Angka ini turun menjadi lima persen di antara partisipan yang sehat. Lalu, mayoritas pasien juga merasakan OBE pertamanya setelah merasakan pusing pertama akibat  gangguan vestibular tipe perifer.

Oleh karena itu, para peneliti pun menduga bahwa OBE disebabkan oleh sistem vestibular di dalam telinga yang membantu mengontrol keseimbangan dan gerakan mata.

Ketika sistem ini terganggu, pasien biasanya akan merasa pusing, sekelilingnya berputar, susah menfokuskan mata, hingga sensasi melayang.

Baca juga: Apakah Hantu Itu Nyata? Ini 6 Keraguan soal Hantu Menurut Sains

Berhubungan dengan kondisi psikologis

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mayoritas pasien yang pernah mengalami pusing dan OBE pernah didiagnosis dengan gangguan kecemasan (anxiety), depresi, migrain, dan depersonalisasi.

“Secara bersamaan, data kami menunjukkan bahwa OBE pada pasien yang mengalami pusing terjadi akibat kombinasi dari inkoherensi persepsi yang disebabkan oleh gangguan vestibular tipe perifer dengan faktor-faktor psikologi dan neurologi,” tulis mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+