Kompas.com - 31/07/2017, 09:08 WIB
Bubuk protein yang dihasilkan oleh proyek Food From Electricity, VTTBubuk protein yang dihasilkan oleh proyek Food From Electricity,
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Menurut Badan Pangan Dunia (FAO), sekitar 795 juta orang di dunia sedang mengalami kelaparan. Masalah ini, dikombinasikan dengan jumlah manusia yang terus bertambah dan laju perubahan iklim yang begitu cepat, membuat keamanan pangan menjadi isu penting di seluruh dunia.

Sekelompok peneliti dari Finlandia mengklaim telah menemukan jawabannya dalam bentuk bubuk protein. Jangan anggap remeh, komposisi bubuk ini terdiri dari 50 persen protein, 25 persen karbohidrat, lemak, dan asam nukleat sehingga cocok untuk dikonsumsi sebagai makan malam.

Menariknya, bubuk yang merupakan hasil kolaborasi dari Lappeenranta University of Technology and the VTT Technical Research Centre dalam proyek Food From Electricity ini tidak memerlukan tanaman atapun hewan sama sekali.

(Baca juga: Burger dengan Daging Buatan Pertama di Dunia, Tertarik?)

Para peneliti berkata bahwa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya hanyalah karbon dioksida, air, dan mikroba. Bahan-bahan mentah tersebut kemudian dialiri listrik sehingga terjadi pembusukan kimia (electrolysis) di dalam bioreactor.

Dengan kata lain, selama ada energi listrik, bubuk protein ini bisa diciptakan di mana saja tanpa memedulikan temperatur, kelembapan, dan kualitas tanah.

Sayangnya, jalan bubuk ini untuk menjadi solusi kelaparan dunia masih jauh.

Pada saat ini, para peneliti butuh waktu dua minggu untuk menghasilkan satu gram bubuk protein di dalam bioreactor yang berukuran dua cangkir kopi.

Dalam siaran pers, pemimpin penelitian Juha Pekka Pitkanen dari VTT berkata bahwa mereka sedang fokus untuk menciptakan konsep dan teknologi reaktor yang lebih efisien. Menurut perkiraan mereka, sistem yang lebih efisien tersebut baru akan siap dan bisa digunakan secara meluas sekitar 10 tahun lagi.



Sumber NYMag
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X