Dampak El Nino dan Dipole Mode 2019, Tahun Ini Curah Hujan Lebih Deras

Kompas.com - 28/02/2020, 09:02 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memberikan nasi kotak kepada penyintas banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Kamis (27/2/2020). KOMPAS.COM/FARIDAWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memberikan nasi kotak kepada penyintas banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Kamis (27/2/2020).

KOMPAS.com - Minggu, 24 Februari, sejumlah wilayah di Indonesia kembali diguyur hujan lebat. Salah satu daerah yang merasakan banjir akibat hujan deras itu adalah Jakarta dan sekitarnya.

Sebelumnya BMKG mengatakan, curah hujan di tahun 2020 lebih deras dibanding 2019 yang cenderung kering.

Lantas, apa yang menyebabkan curah hujan tahun ini lebih deras dari sebelumnya?

Zadrach Ledoufij Dupe, pakar meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan, saat ini Indonesia sedang memasuki puncak musim penghujan.

Selain itu, adanya El Nino lemah dan Dipole Mode pada 2019 juga mengakibatkan curah hujan terganggu dan dampaknya sekarang.

Baca juga: Banjir Jakarta Akibat Perubahan Iklim, Ini Upaya yang Bisa Dilakukan

Untuk diketahui, El Nino adalah fenomena memanasnya suku muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Untuk wilayah Indonesia, dampak El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.

Sementara Dipole Mode (DM), merupakan fenomena mirip El Nino, tapi kejadiannya di Samudra Hindia. Fenomena ini mengakibatkan perairan di sekitar Indonesia jauh lebih dingin dari biasanya dan menyebabkan tidak adanya penguapan.

Zadrach menjelaskan, ketika fenomena Dipole Mode muncul, udara di Indonesia bergerak turun ke bawah.

Dipole Mode menyebabkan Indonesia tidak memiliki pertumbuhan awan, curah hujan minim, dan udara kering bergerak sampai Australia yang menyebabkan kebakaran parah juga di sana.

"Jadi seolah-olah musim penghujan kita kemarin mengalami stres. Ibaratnya angin yang membawa uap air ke Indonesia ditahan oleh El Nino dan Dipole Mode, kemudian saat El Nino dan Dipole Mode pergi, otomatis yang menahan cuaca kita juga ikut pergi, udara lembab masuk Indonesia dan curah hujan yang sebelumnya tertahan langsung bles aja," jelas Zadrach kepada Kompas.com dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (27/2/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X