Kompas.com - 27/02/2020, 19:03 WIB

KOMPAS.com - Meletusnya Gunung Toba merupakan salah satu letusan terdahsyat dalam dua juta tahun terakhir yang berimbas pada perubahan iklim global. Letusan supervulkanik ini bahkan membentuk danau kawah terbesar di dunia, Danau Toba.

Setelah letusan, diperkirakan terjadi musim dingin vulkanik yang berlangsung enam hingga 10 tahun, menyebabkan pendinginan di permukaan Bumi selama 1.000 tahun.

Dahsyatnya letusan Gunung Toba kala itu, membuat bencana besar termasuk menghancurkan populasi hominin dan mamalia di Asia.

Namun hal tersebut justru menimbulkan pertanyaan bagi para ilmuwan. Seberapa parah dampak yang dihasilkan, apakah populasi manusia saat itu bisa selamat dan bertahan setelah terjadi letusan?

Baca juga: Letusan Gunung Toba, Benarkah Picu Musim Dingin Ekstrem di Afrika?

Pasalnya, periode itu bertepatan pula dengan momen migrasi manusia awal dari Afrika ke Asia, seperti dilansir dari Phys, Kamis (27/2/2020).

Ilmuwan memperkirakan jika letusan itu hampir memusnahkan manusia yang sedang bermigrasi, membuat mereka tertahan di Afrika timur dan India.

Bahkan, beberapa ahli mengatakan peristiwa itu hampir mendorong spesies kita ke jurang kepunahan.

Ternyata dampak yang diperkirakan oleh para ilmuwan itu bisa jadi meleset. Hal kitu diungkapkan sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Nature Communications.

Baca juga: Pemicu Letusan Toba 74.000 Tahun Lalu Terungkap

Studi ini mengungkapkan jika manusia purba justru bisa melewati peristiwa letusan gunung berapi supervulkanik yang terjadi 74.000 ribu tahun yang lalu.

Temuan tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Univeristy of Queensland, Australia terhadap alat-alat batu di situs Dhaba, Middle Son River Valley, India Tengah.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.