Kompas.com - 27/02/2020, 07:08 WIB
Ilustrasi pneumonia, virus dan bakteri menginfeksi paru-paru manusia. 1022819077Ilustrasi pneumonia, virus dan bakteri menginfeksi paru-paru manusia.

Infeksi bronkopneumonia yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos.

Bronkopneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus penyebab Bronkopneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi peradangan bronkus dan alveolus.

"Inflamasi bronkus ini ditandai dengan adanya penumpukan sekret, sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual," tulis situs PDPI.

Bila penyebaran kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps alveoli, fibrosis, emfisema, dan atelektasis.

Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan napas ronchi.

Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga fleura.

Emfisema ( tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru ) adalah tindak lanjut dari pembedahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atelektasis mengakibatkan peningkatan frekuensi napas, hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas

Gejala

Beberapa gejala berikut biasanya dialami oleh orang yang mengalami bronkopneumonia, antara lain:

  • Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan. Bisa berupa nyeri pleuritik, nafas dangkal dan mendengkur, takipnea.
  • Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi. Mengecil, kemudian menjadi hilang, Krekels, bunyi ronki, egofoni.
  • Menggigil dan demam, di mana suhu tubuh bisa mencapai 38-41 derajat Celsius. Bila berlanjut bisa terjadi delirium
  • Diafoesis
  • Gerakan dada tidak simetris
  • Gelisah

Pengobatan

  • Terapi oksigen. Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus yang berat.
  • Hidrasi cairan. Bila ringan hidrasi oral, tetapi jika berat dehidrasi dilakukan secara parenteral (menggunakan infus)
  • Simptomatik terhadap batuk.
  • Bila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada febris, diberikan bronkodilator

Baca juga: Bagaimana Cara Identifikasi Virus Corona Wuhan pada Pasien Suspek?

Komplikasi

Penyakit bronkopneumonia ini selain terjadi pada dewasa, seringkali juga terjadi bronkopneumonia pada anak.

Berikut beberapa komplikasi dari penyakit bronkopneumonia yaitu:

  • Atelektasis, pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.
  • Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.
  • Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.
  • Endokarditis, yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.
  • Meningitis, yaitu infeksi yang menyerang selaput otak.
  • Infeksi sitemik

 

Halaman:


Sumber ,PDPI
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.