Kompas.com - 26/02/2020, 11:03 WIB
Foto : Suasana setelah rapat bersama antara pihak sekolah dan orangtua siswa di aula Seminari Bunda Segala Bangsa, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Suasana setelah rapat bersama antara pihak sekolah dan orangtua siswa di aula Seminari Bunda Segala Bangsa, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (25/2/2020).

Meski bakteri itu tidak berbahaya ketika berada di usus, tapi bakteri tersebut tidak dimaksudkan untuk masuk ke dalam mulut.

Dilansir Health Line, berikut beberapa daftar bakteri yang umum ada di tinja manusia ataupun hewan:

  • Campylobacter
  • E. coli
  • Salmonella
  • Shigella

Jika masuk ke dalam mulut, bakteri itu dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala seperti:

  • Mual
  • Diare
  • Muntah
  • Demam

Untuk diketahui, ada beberapa parasit dan virus penyakit yang dapat ditularkan melalui tinja, termasuk hepatitis A dan hepatitis E.

Karenanya, jika seseorang makan tinja dalam jumlah besar secara langsung, dia berisiko mengalami gejala penyakit yang merugikan.

Dalam beberapa kasus, menelan tinja dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan keracunan makanan seperti diare, demam ringan, mual, dan muntah

Agar terhindar dari keracunan makanan setelah tak sengaja menelan tinja, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak agar dapat membantu mengurangi sebagian besar gejala di atas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika anak tak sengaja menelan tinja

Anak-anak kadang tanpa disengaja memakan kotoran mereka sendiri atau kotoran dari hewan peliharaan seperti anjing, kucing, atau burung.

Jika anak melakukan hal ini, jangan cemas. Namun, lakukan beberapa langkah berikut untuk mencegah munculnya gejala penyakit:

  • Beri anak air untuk minum
  • Cuci muka dan tangan mereka
  • Amati mereka apakah memiliki gejala yang mirip dengan keracunan makanan

Jika Anda mendapati anak menunjukkan gejala seperti keracunan makanan, segera hubungi dokter anak. Dokter mungkin akan merekomendasikan mengambil sampel tinja untuk mengidentifikasi keberadaan organisme seperti parasit atau bakteri.

Baca juga: Temuan Baru, Virus Corona Wuhan Bisa Menular Lewat Tinja

Meski makan kotoran alias tinja biasanya tidak menyebabkan gejala yang parah, tapi beberapa memerlukan tindakan medis segera.

Temui dokter segera jika Anda atau orang terkasih mengalami gejala berikut setelah menelan feses:

  • dehidrasi
  • diare berdarah atau darah dalam tinja
  • kesulitan bernapas tiba-tiba
  • tampak seperti bingung atau linglung
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.