Ilmuwan Ungkap Cara Prediksikan Menurunnya Wabah Virus Corona

Kompas.com - 24/02/2020, 20:05 WIB
Ilustrasi Virus Corona Stocktrek Images/Getty ImagesIlustrasi Virus Corona

KOMPAS.com - Ilmuwan mengungkapkan bahwa menurunnya penyebaran virus corona dapat diprediksikan dari "basic reproduction number".

Basic reproduction number, atau angka reproduksi dasar, dapat menunjukkan penyebaran virus tersebut, dilihat dari rata-rata orang yang diperkirakan terinfeksi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Lauren Ancel Meyers, seorang ilmuwan dari University of Texas di Austin. Dia berkata bahwa ketika wabah mulai menurun, angka reproduksi dasar akan berada di bawah angka satu.

"Itu berarti, secara rata-rata, setiap orang yang terinfeksi akan menularkan virus ke kurang dari satu orang lainnya. Kemudian, wabahnya akan mati," kata Meyers.

Baca juga: Update Virus Corona 24 Februari: 2.696 Meninggal, 79.561 Terinfeksi

Sayangnya, hasil penelitian akan angka reproduksi dasar virus corona Wuhan tidak menunjukkan tanda-tanda wabah akan segera berakhir.

Sebuah penelitian terhadap hampir 140 pasien di rumah sakit Wuhan memperkirakan angka reproduksi dasar sebesar 2.2, yang berarti setiap pasien menularkan virus ke lebih dari dua orang lainnya.

Kemudian, penelitian di Journal of Travel Medicine memperkirakan angka yang sedikit lebih tinggi, yaitu sekitar 3.3.

Hingga saat ini, para ahli kesehatan belum bisa memastikan seberapa jauh virus corona telah menyebar atau seberapa menular virus tersebut.

"Kami tidak tahu apakah orang yang terinfeksi bisa menularkan virusnya jika belum menimbulkan gejala, dan kami juga tidak yakin sejauh mana orang tersebut bisa menular jika telah menunjukkan gelaja," ujar Meyers.

Baca juga: Benarkah Wabah Virus Corona Akan Berakhir pada April? Ini Kata Para Ahli

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X