Corona Wuhan Lumpuhkan Farmasi, Terawan Sebut Ini Peluang Indonesia

Kompas.com - 24/02/2020, 11:18 WIB
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).

KOMPAS.com - Wabah virus Corona Wuhan alias Covid-19 mengakibatkan terkendalanya produksi bahan baku farmasi untuk produk obat. Padahal, sekitar 60 persen bahan baku impor farmasi Indonesia berasal dari China.

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menganggap kondisi ini sebagai sebuah peluang untuk berinvestasi dan memperkuat produksi bahan baku produk obat dalam negeri.

"Saya tidak anggap ini tantangan. Kita tetap berjuang, kekurangannya di mana lalu kita subsitusi dengan obat asli Indonesia, sehingga kalau obatnya kurang, entah naik atau turun," kata Terawan, dalam acara kunjungan pabrik Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), di Bekasi, Jumat (21/2/2020).

Saat ini, pemerintah sudah mensubstitusi bahan baku dan industri farmasi sudah memiliki kompentensi dalam memajukan ketersediaan bahan baku obat di dalam negeri.

Memanfaatkan bahan baku obat asli Indonesia ini, kata Terawan merupakan target jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan obat dalam negeri, dan sebagai solusi dari ketergantungan bahan baku impor farmasi.

Baca juga: Tanggapi Terawan, Ahli Harvard Ungkap Riset Dugaan Covid-19 di Indonesia

Sementara, dalam target jangka panjangnya adalah farmasi Indonesia mampu melakukan ekspor bahan baku ke negara lain.

"Jangka panjang kita yang ekspor, bukan hanya memenuhi (kebutuhan obat dalam negeri) saja, dan selalu optimis ke depan Indonesia menjadi industri bahan baku," ujarnya.

Bahan baku asli Indonesia yang dimaksudkan oleh Terawan adalah bahan baku obat yang berasal dari obat fitofarmaka yang telah dikembangkan oleh industri farmasi di Indonesia, dan disebut Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

"OMAI ini manfaatnya sangat besar dan baik. Efek sampingnya sangat kecil, bahkan dianggap tidak ada. Jadi ini sebuah kesempatan," tuturnya.

Pasalnya, karena bahan utama OMAI adalah tanaman asli Indonesia, maka pemanfaatan dan bahannya juga bisa dengan mudah terpenuhi dan sangat penting karena bisa menekan harga obat menjadi sangat terjangkau.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X