Paparan Radiasi Radioaktif di Serpong, Ini Komentar Pengamat Iklim

Kompas.com - 16/02/2020, 10:02 WIB
Tim satuan Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) pasukan Gegana Brimob Polri melakukan pengecekan lokasi yang terkontaminasi paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/1/2020). Badan Pengawas Tenaga Nuklir meminta warga menjauhi area tanah kosong di Perumahan Batan Indah, samping lapangan voli blok J, seusai menemukan kenaikan nilai paparan radiasi nuklir di area tersebut. KOMPAS.com/M ZAENUDDINTim satuan Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) pasukan Gegana Brimob Polri melakukan pengecekan lokasi yang terkontaminasi paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/1/2020). Badan Pengawas Tenaga Nuklir meminta warga menjauhi area tanah kosong di Perumahan Batan Indah, samping lapangan voli blok J, seusai menemukan kenaikan nilai paparan radiasi nuklir di area tersebut.

KOMPAS.com - Paparan radiasi nuklir yang telah ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong Tangerang Selatan menjadi sorotan menarik bagi pengamat iklim di Indonesia.

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hindun Malika, menyampaikan bahwa masalah penemuan paparan radiasi ini merupakan masalah yang harus ditanggapi dengan serius.

"Saya rasa ini masalah yang serius dalam arti kita melihat secara keseluruhan bagaimana bahaya dari paparan radiasi radioaktif nuklir itu sendiri. Khususnya dengan bagaimana kemampuan pemerintah Indonesia untuk menangani," kata Hindun kepada Kompas.com, Sabtu (15/2/2020).

Transparansi angka paparan radiasi di atas signifikan

Sebelumnya, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah menyebutkan bahwa tingkat paparan radiasi radioaktif yang ditemukan itu signifikan di atas rata-rata, dan telah terdeteksi saat sejak periode rutin pemantauan MONA, 31 Januari 2020.

Akan tetapi, kenaikan yang signifikan itu tidak disebutkan angka sebenarnya.

"Itu aja penanganannya udah transparansinya enggak ada, ini berapa tingkat radiasinya yang dibilang signifikan di atas rata-rata yang dibilang itu berapa," tuturnya.

Baca juga: Radiasi Nuklir di Serpong, Bagaimana Dampaknya pada Kesehatan?

Meskipun, kata dia, karena saat ini kita belum mengetahui angkanya, dan kita belum bisa menganalisa, tetapi yang paling penting adalah bagiamana informasi itu juga sampai ke masyarakat terkait bahayanya.

"Nah, sumbernya dari mana dan apa yang terjadi, ini kan memang diteliti. Tapi sebenarnya paparan radiasi pada tingkat signifikan di atas rata-rata itu kan juga punya dampak yang signifikan," kata dia.

Mengungkap sumbernya

Serpihan yang diduga menyebabkan radiasi dan area tersebut sudah langsung diamankan oleh tim berwenang. Oleh karena BAPETEN dan BATAN saat ini tengah berfokus dalam dekontaminasi di area itu, kata Hindun, ini artinya ada jeda yang harus diisi dengan tindakan lainnya.

"Mereka juga harus menganalisa ini dari mana, kenapa kok bisa sampai terlepas ke tempat-tempat publik dan sangat dekat dengan perumahan bahkan," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X