Bintang Betelgeuse, Jadi Meledak atau Tidak?

Kompas.com - 15/02/2020, 18:04 WIB
Ilustrasi ledakan Betelgeuse ESO/L. CalcadaIlustrasi ledakan Betelgeuse

Para astronom tidak menihilkan kemungkinan itu meskipun peluangnya nampaknya kecil. Betelgeuse diprakirakan baru akan meledak hebat dalam 100.000 tahun kelak, namun tetap terbuka peluang mengalami supernova lebih dini.

Sebuah bintang maharaksasa merah yang kehabisan Helium akan mulai mengonsumsi Karbon. Begitu Karbon habis, giliran Neon yang dikonsumsi. Lalu berikutnya Oksigen dan akhirnya Silikon. Konsumsi Silikon dalam dapur fusi termonuklir akan menghasilkan Besi.

Dalam setiap fase reaksi termonuklir itu, ukuran Betelgeuse akan terus mengembang dengan produksi energi yang cenderung menurun, sehingga kecerlangannya akan terus menurun.

Manakala Besi sudah diproduksi, dapur fusi termonuklir Betelgeuse pun berhenti akibat kurangnya energi. Tekanan radiasi pun menghilang, sehingga tarikan gravitasi akibat dirinya sendiri tak lagi tertahan. Dengan sangat cepat bintang maharaksasa itu mengempis dan membakar hampir segenap bahan baku fusi yang masih dikandungnya.

Supernova terjadi, melepaskan energi sangat–sangat–sangat besar yang diangkut foton dan neutrino yang membanjir bandang ke segala arah. Bersamaan dengannya, hampir segenap struktur bintang hancur–lebur, kecuali intinya.

Setiap nuklida yang ada di inti Betelgeuse akan diperas habis–habisan hingga tinggal berupa gumpalan campuran proton, elektron dan neutron.

Di bawah tekanan sangat hebat, proton dipaksa bergabung dengan elektron menjadi neutron. Lahirlah sebuah gumpalan neutron yang sangat besar, sangat padat, sangat massif (sesendok materi disana lebih berat ketimbang Gunung Everest) serta memiliki medan gravitasi dan medan magnet yang sangat besar. Itulah bintang neutron.

Pemodelan Jared & Bauer menunjukkan jika supernova Betelgeuse terjadi, maka selama 200 hingga 600 hari pasca ledakan ia akan lebih terang dari Venus. Bahkan pada puncaknya, akan hampir sama terangnya dengan Bulan purnama, sehingga di siang bolong pun mudah dilihat.

Barulah setelah 900 hingga 1.200 hari pasca ledakan, kecerlangan supernova Betelgeuse anjlok demikian drastis sehingga sulit dilihat lagi dengan mata telanjang.

Apakah supernova Betelgeuse sudah dekat?

Dalam Astronomical Telegram terbaru, Guinan dan koleganya mematok akhir Februari 2020 ini sebagai batas penentu kelanjutan nasib sang bintang maharaksasa ini.

Ia masih beranggapan anomali saat ini adalah produk salah satu periode perubahan kecerlangan, yakni yang bernilai 430 hari.

Di akhir Februari 2020, periode perubahan kecerlangan 430 hari sudah berakhir dan seharusnya Betelgeuse mulai bertambah terang. Namun jika terus saja meredup, jelas sesuatu yang lain mulai bermula.

Jadi bagaimana nasib Betelgeuse, apakah mau meledak apa tidak? Mari tunggu hingga bulan ini berakhir.

 

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X