Usai Observasi di Natuna, WNI dari Wuhan Akan Tetap Dipantau Dinkes

Kompas.com - 15/02/2020, 13:27 WIB
Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang. SCREENSHOT VIDEO KEMENKES RISemua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

KOMPAS.com - Observasi kesehatan terhadap 238 Warga Negara Indonesia di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pasca-evakuasi dari Provinsi Hubei, China telah berakhir.

Mereka semua akan dipulangkan ke Jakarta pada hari ini (15/2/2020).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkata bahwa setelah para WNI dan WNA selesai menjalani observasi, mereka akan langsung diberi surat keterangan sehat.

Lantas setelah kembali ke daerahnya masing-masing, mereka akan menjadi tanggung jawab dinas kesehatan wilayah masing-masing.

Baca juga: WN China Positif Corona Usai dari Bali, Ini Hasil Penyelidikan Kemenkes

Dinas kesehatan akan terus emmantau dan melakukan surveilance tracking untuk membantu para WNI dan WNA, termasuk dalam hal sosialisasi dengan masyarakat dan keluarga.

"Observasinya sudha selesasi dan begitu observasi selesai. menurut WHO sudah tidak apa-apa. Tapi itu sebagai wujud tanggung jawab. Kalo ada sesuatu hal, misalnya masuk angin atau apa, merasa cemas, Dinkes yg akan memeriksa, menjelaskan," ujar Terawan dari Natuna, seperti dikutip dari tayangan KompasTV.

Dia melanjutkan, karena secara teori dari WHO, kalau sudah dua minggu ya sudah bebas.

Perwakilan WHO yang hadir di lokasi, N Paranietharan, juga sependapat.

Baca juga: WHO Resmikan Nama Virus Corona Wuhan COVID-19

Dia berkata bahwa WHO merasa senang karena observasi telah berakhir dan tidak ada satu pun dari WNI dan WNA yang diobservasi mengalami gejala virus corona.

"Pesan kunci kita bagi semua orang adalah selama mereka tidak bergejala selama 14 hari, mereka boleh pulang. Ketika mereka kembali ke komunitasnya, tidak masalah untuk berada di dalam komunitas. It's perfectly fine. Tidak perlu khawatir tentang mereka," ujarnya.

"Nantinya, mereka tetap harus waspada seperti orang Indonesia lainnya, pastikan untuk selalu mencuci tangan agar terhindar dari ( Covid-19). Itu saja," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X