Kompas.com - 14/02/2020, 20:46 WIB
Ilustrasi kelelawar ShutterstockIlustrasi kelelawar

Lingkungan ideal virus dari kelelawar

Pasar hewan liar hidup seperti di China, kata Cunningham, memiliki kondisi yang basah. Tidak mengherankan jika tempat tersebut menjadi tempat ideal munculnya virus zoonosis.

"Seperti halnya SARS, virus corona baru (Covid-19) yang diperkirakan muncul di pasar itu," sambung Cunningham.

Dia menyarankan pentingnya pengaturan dan pengawasan ketat terhadap perdagangan satwa liar legal di masa depan. Sebab, itu merupakan prioritas tertinggi untuk perlindungan kesehatan manusia.

Dalam sebuah makalah yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI) pada 11 Maret 2019 lalu, mengungkapkan populasi kelelawar yang dapat mengancam kesehatan global dan keamanan pangan.

Kelelawar telah berkontribusi besar pada kematian ribuan orang akibat virus yang ditularkan dan mewabah di sejumlah negara.

Baca juga: Tahun Lalu, Ahli China Peringatkan Potensi Virus Corona Baru dari Kelelawar

Cunningham mengatakan ada banyak alasan kuat untuk menjadikan kelelawar sebagai sumber banyak virus zoonosis yang baru muncul.

Kelelawar diburu secara luas sebagai sumber makanan. Bahkan, baik jumlah orang yang mengonsumsi kelelawar, maupun jumlah kelelawar yang diburu terus meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Virus dari kelelawar yang ditularkan menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah, seperti SARS. Bahkan virus corona di dalam tubuh kelelawar juga telah menyebabkan munculnya sindrom diare babi akut (SADS-Cov) dan filovirus Ebola dan Marburg.

Menurut peneliti dalam makalah Bat Research Networks and Viral Surveillance: Gaps and Opportunities in Western Asia, secara morfologis, kelelawar memiliki keunikan.

Baca juga: Mungkinkah Kelelawar Jadi Pembawa Virus Corona?

Sebagai satu-satunya mamalia terbang, ada kemungkinan kelelawar memiliki kombinasi faktor fisiologis, imunologis dan riwayat hidup lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X