Mengenal Stroke, Penyakit yang Sebabkan Istri Chrisye Meninggal

Kompas.com - 09/02/2020, 16:21 WIB
Damayanti Noor ketika berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017). Kedatangannya untuk mempromosikan film Chrisye yang diproduksi oleh MNC Pictures. KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanDamayanti Noor ketika berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017). Kedatangannya untuk mempromosikan film Chrisye yang diproduksi oleh MNC Pictures.

Contohnya adalah penurunan sementara pasokan darah ke bagian otak yang bisa berlangsung hanya beberapa menit.

Jika seseorang pernah mengalami TIA, itu berarti kemungkinan ada arteri yang mengarah ke otak yang tersumbat atau menyempit atau gumpalan di jantung.

Diagnosis

Ketika seseorang menunjukkan gejala stroke atau TIA. Dokter akan segera mengumpulkan informasi dan membuat diagnosis melalui riwayat medis pasien, pemeriksaan fisik dan neurologis, tes laboratorium (darah) tertentu, hasil CT scan atau MRI pasien, atau tes diagnostik lain yang mungkin diperlukan.

Tes diagnostik dilakukan untuk melihat bagaimana otak bekerja dan mendapatkan suplai darah dan menguraikan area otak yang cedera.

Pengobatan

Pengobatan untuk stroke tergantung pada jenis stroke dan di bagian otak mana stroke tersebut terjadi.

Stroke biasanya diobati dengan obat-obatan. Seperti obat-obatan untuk mencegah dan melarutkan gumpalan darah, mengurangi tekanan darah dan mengurangi kadar kolesterol.

Dalam beberapa kasus stroke mungkin diperlukan prosedur untuk menghilangkan pembekuan darah.

Pembedahan juga mungkin diperlukan untuk mengobati pembengkakan otak dan mengurangi risiko pendarahan lebih lanjut dalam kasus stroke perdarahan.

Stroke yang tidak diberikan pengobatan secara cepat akan mengakibatkan kerusakan lebih luas di bagian otak.

Hal ini tentu akan berpengaruh buruk terhadap kondisi pasien. Di antaranya menyebabkan kelumpuhan atau fungsi otot tubuh, hingga kematian.

Untuk mengurangi risiko terkena stroke, dokter akan menyarankan agar Anda menerapkan gaya hidup sehat. Di antaranya dengan:

  • Makan makanan sehat dan bergizi,
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Tidak merokok
  • Serta mengurangi kondisi yang meningkatkan risiko stroke. Misalnya menjaga kadar kolesterol atau menurunkan tekanan darah tinggi dengan mengkonsumsi obat-obatan.

Baca juga: Tahukah Anda, Denyut Jantung Cepat Berisiko Tinggi Picu Stroke

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X