Viral Vaginismus atau Tubuh Menolak Penetrasi, Kondisi Apa Ini?

Kompas.com - 04/02/2020, 12:07 WIB
. SHUTTERSTOCK.

"Bagi siapapun yang was was apakah dirinya akan terkena vaginismus atau tidak, berhentilah was was. Hidup saja seperti biasa. Karena vaginismus memang tidak bisa diprediksi ataupun dicegah," tulis Robbi.

Karena tidak diketahui penyebabnya, langkah untuk mencegahnya pun tidak ada.

Terapi

Perempuan dengan vaginismus dapat melakukan latihan di rumah untuk belajar mengendalikan dan mengendurkan otot-otot di sekitar vagina.

Dilansir WebMD, pendekatan ini disebut desensitisasi progresif. Idenya adalah untuk membuat nyaman dengan penyisipan.

Pertama, lakukan latihan Kegel dengan mengencangkan otot yang sama yang Anda gunakan untuk menghentikan aliran urin saat buang air kecil:

  • Kencangkan otot-otot di sekitar vagina
  • Tahan selama 2 hingga 10 detik
  • Lemaskan otot

Lakukan sekitar 20 kegel sekaligus. Anda dapat melakukannya dalam setiap hari.

Setelah beberapa hari melakukan latihan kegel, masukkan satu jari, hingga sekitar sendi buku jari pertama, di dalam vagina saat melakukan latihan.

Saat melakukan ini, potonglah kuku terlebih dahulu dan gunakan jel pelumas. Atau lakukan latihan di bak mandi, di mana air adalah pelumas alami.

Mulailah dengan satu jari dan lanjutkan hingga tiga jari.

Anda akan merasakan otot-otot vagina berkontraksi di sekitar jari Anda, dan Anda bisa mengeluarkan jari jika merasa tidak nyaman.

Dokter Yeni mengungkap, terapi untuk penderita vaginismus seharusnya merupakan kolaborasi antara psikiater dan ginekolog. Kombinasi terapi edukasi adalah terapi dengan dilator vagina dan pelvic physical therapy untuk meningkatkan keberhasilan terapi.

"Tapi ada juga yang hanya butuh diajak bicara, dikasih pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan terjadinya vaginismus itu, kemudian berkomunikasi dengan pasangan tanpa terapi lainnya juga bisa teratasi atau sembuh sendiri," ucap dr Yeni. 

Baca juga: Halo Prof! Vaginismus Itu Penyakit Sungguhan atau Bukan?

Seperti kata Dian Mustika, vaginismus tidak disebabkan oleh penyakit psikis. Namun vaginismus dapat menyebabkan penyakit psikis. Terpenting, vaginismus bisa disembuhkan.

Untuk informasi lebih banyak, Anda bisa menuju instagram @vaginismusindonesia. Akun yang dikelola oleh dr Robbi Asri Wicaksono, SpOG, dokter kandungan dan ginekolog yang terus mendukung vaginismus.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber WebMD
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X