Penemuan Tulang Lengan Dinosaurus Tertinggi di Bumi ini Dibantu Kuda

Kompas.com - 01/02/2020, 10:07 WIB
Ilustrasi dinosaurus Brachiosaurus Syed Ahmad FathiIlustrasi dinosaurus Brachiosaurus

"Kami juga menemukan humerus kiri yang serasi, jauhnya hanya beberapa kaki," kata ahli anatomi Mathew Wedel dari Western University of Health Sciences.

Penemuan tulang lengan atas dari jenis dinosaurus ini hanya ditemukan dua kali. Sebelumnya, ditemukan pertama kali pada tahun 1900, kemudian di tahun 1955.

"Terlepas dari popularitas dinosaurus ini, Brachiosaurus (dinosaurus) sangat langka," tulis Dr. Wedel.

Wedel mengungkapkan, sebelumnya Brachiosaurus hanya diketahui dari 10 tulang yang tidak lengkap. "Kami mendapatkan 11 tulang," sambung dia.

Bahkan, kemungkinan tulang yang ditemukan tersebut adalah yang tertua. Mengingat lokasi di mana fosil hewan purba itu ditemukan.

Baca juga: Sebelum Dinosaurus, Komodo Purba Berkepala Besar Berkeliaran di Bumi

"Kami sangat senang karena Brachiosaurus ini ditemukan sangat dekat dengan beberapa situs sauropoda yang dapat diidentifikasi," sambung Dr. Wedel.

Tulang dinosaurus ini awalnya ditemukan pada Mei 2019 di sebuah situs di Utah State Park oleh seorang paleoartis di tim Brian Engh. Namun, dibutuhkan waktu hingga Oktober sebelum para ilmuwan mendapat izin untuk mengevakuasi tulang tersebut dari medan yang berat.

Dr. Foster mengatakan tidak mungkin untuk menggunakan kendaraan bermotor yang dapat masuk ke dalam jurang. Bahkan, tidak cukup waktu untuk mengumpulkan dana untuk menyewa helikopter.

Baca juga: Temuan Fosil di Colorado, Bukti Nyata Mamalia Gantikan Era Dinosaurus

Akhirnya, pada Oktober lalu, para tim peneliti meminta bantuan beberapa kuda Clydesdale yang dimiliki penduduk setempat.

Sebelum proses evakuasi tulang dinosaurus ini, para peneliti memastikan agar tulang tersebut tidak hancur berantakan. Tulang dinosaurus seberat kurang lebih 450 kilogram itu dibungkus kain goni yang membungkusnya begitu rapat.

Pakar dinosaurus Australia Stephen Poropat dari Swinburne University mengatakan temuan tulang Brachiosaurus ini sangat jarang.

Para pemburu fosil, kata dia, akan menggunakan bentuk unik humerus Brachiosaurus ini untuk mengidentifikasi bentuk tubuh dan ukurannya. Dr Poropat mengatakan semua kerangka Brachiosaurus tidak lengkap.

"Seringkali di media yang disajikan sebagai Brachiosaurus banyak didasarkan pada Giraffatitan (genus dinosaurus Afrika yang terkait erat)," kata Dr Poropat.

Baca juga: Penemuan Terbaru Ungkap Penyebab Punahnya Dinosaurus

 

Halaman:


Sumber ABC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X