Virus Corona Menginfeksi 7.711 Orang, WHO Peringatkan Dunia Ambil Tindakan

Kompas.com - 30/01/2020, 13:27 WIB
Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. EPA-EFE/STRTim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020.

KOMPAS.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona telah mencapai 170 orang dan dengan kasus di Tibet, virus itu dipastikan telah menyebar ke semua wilayah di daratan China.

Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan terdapat 7.711 kasus virus corona di wilayah China per 29 Januari 2020.

Kasus akibat virus tersebut juga telah menyebar ke 16 negara lain.

WHO akan menggelar pertemuan pada Kamis untuk membahas apakah akan menetapkan kasus ini sebagai darurat kesehatan dunia atau tidak.

Baca juga: Update Virus Corona 30 Januari, Korban Tewas Jadi 170 Orang

"Dalam beberapa hari terakhir, perkembangan virus, terutama di beberapa negara, terutama penularan antar-manusia, mengkhawatirkan kami," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, merujuk Jerman, Vietnam, dan Jepang.

"Meskipun angka di luar China masih relatif kecil, angka-angka itu menyimpan potensi wabah yang jauh lebih besar," lanjutnya.

"Seluruh dunia harus waspada" untuk melawan virus corona, kata kepala Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Dr Mike Ryan, kata kepala Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. memuji respons China terhadap wabah mematikan, dengan mengatakan: "Tantangannya besar, tetapi responsnya sangat masif."

Kota Wuhan di China adalah pusat penyebaran virus mematikan tersebut.

Tetapi virus ini telah menyebar ke seluruh China dan setidaknya ke 16 negara, termasuk Thailand, Prancis, AS, dan Australia.

Tidak ada obat atau vaksin khusus. Namun, sejumlah orang telah pulih setelah perawatan.

Lebih lanjut Ryan mengatakan tim ahli internasional sedang berkumpul untuk pergi ke China dan bekerja dengan para ahli di sana untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana penyakit ini ditularkan.

"Kami berada di titik penting dalam kejadian ini. Kami percaya rantai penularan ini masih dapat diputus," katanya.

Para ilmuwan di Australia telah berhasil membuat ulang virus corona baru di luar China, yang meningkatkan harapan bahwa itu dapat digunakan untuk mengembangkan tes diagnosa dini.

Direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengunjungi China pekan ini, mengatakan kebanyakan orang yang tertular virus itu hanya menderita gejala yang lebih ringan, tetapi sekitar 20 persen mengalami efek parah seperti pneumonia dan gagal pernapasan.

"China membutuhkan solidaritas dan dukungan dunia. dan dunia harus bersatu untuk mengakhiri wabah, sekaligus belajar dari wabah yang terjadi di masa lalu," katanya.

Baca juga: Berapa Lama Kembangkan Vaksin untuk Lawan Virus Corona Wuhan?

Dia menambahkan WHO sangat menyesal atas beberapa laporan mereka sebelumnya yang menyebut bahwa risiko penyebaran virus corona di seluruh dunia sebagai masalah moderat, dan bukannya tinggi.

Dia lantas menggambarkan penyebaran virus dari orang-ke-orang di Jerman, Vietnam, dan Jepang sebagai hal yang mengkhawatirkan, dan mengatakan para ahli akan mempertimbangkannya pada Kamis apakah akan mengumumkan keadaan darurat global.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X