Kompas.com - 28/01/2020, 19:03 WIB
Kerangka dua dinosaurus yang diperkirakan berusia 161 hingga 145 juta tahun, Diplodocus (belakang) dan Allosaurus (depan) dipamerikan pada Jumat (6/4/2018), sebelum mulai dilelang pada Rabu (11/4/2018)di Balai lelang Drouot di Paris, Perancis. (AFP/Stephane De Sakutin)
Kerangka dua dinosaurus yang diperkirakan berusia 161 hingga 145 juta tahun, Diplodocus (belakang) dan Allosaurus (depan) dipamerikan pada Jumat (6/4/2018), sebelum mulai dilelang pada Rabu (11/4/2018)di Balai lelang Drouot di Paris, Perancis. (AFP/Stephane De Sakutin)

Dr. Mark Loewen, ahli paleontologi di Natural History Museum di Utah dan di University of Utah mengatakan sebelumnya, ahli paleontologi mengira hanya ada satu spesies Allosaurus di Jurassic North America.

"Namun, penelitian ini menunjukkan ada dua spesies Allosaurus jimmadseni yang baru saja dijelaskan berevolusi setidaknya 5 juta tahun lebih awal dari sepupunya yang lebih muda, Allosaurus fragilis," jelas Dr. Loewen.

Dr. Loewen menambahkan struktur tengkorak Allosaurus jimmadseni lebih ringan daripada Allosaurus fragilis.

"Ini menunjukkan adanya perilaku (cara) makan yang berbeda di antara keduanya," sambung Dr. Loewen.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PeerJ ini, Dr. Loewen dan koleganya, Dr. Daniel Chure, pensiunan ahli paleontologi di Dinosaur National Monument menggambarkan spesies baru dari dua kerangka dan tengkorak yang terpelihara dengan baik.

Baca juga: Sebelum Dinosaurus, Komodo Purba Berkepala Besar Berkeliaran di Bumi

Spesimen pertama ditemukan oleh Dr. George Engelmann dari University of Nebraska, Omaha pada 15 Juli 1990.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan spesimen kedua ditemukan perusahaan pengumpul fosil komersial di Wyoming pada tahun 1991.

"Mengenali spesies baru dinosaurus di bebatuan yang telah diselediki secara intensif selama lebih dari 150 tahun adalah pengelaman penemuan yang luar biasa," ungkap Dr. Chure.

Dia menambahkan Allosaurus jimmadseni adalah contoh tentang seberapa banyak lagi yang harus dipelajari tentang dunia dinosaurus.

"Banyak fosil yang lebih menarik menunggu untuk ditemukan dari bebatuan zaman Jurassic di Amerika Barat," sambung Dr. Churce.

Baca juga: Penemuan Terbaru Ungkap Penyebab Punahnya Dinosaurus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Sci-News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.