Perdagangan Bayi di Palembang, Begini Hasil Analisis Psikolog

Kompas.com - 22/01/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi bayi prematur ShutterstockIlustrasi bayi prematur

"Ketika ada ibu yang menjual bayinya, berarti ibu ini sangat membutuhkan bantuan emosional, psikologis, juga finansial untuk memulihkan kondisi para ibu," ungkapnya.

Menurut Astrid, ketika di masa depan finansial ibu membaik, kondisi psikologis dan emosi lebih kuat, ibu tersebut sangat mungkin menyesal akan apa yang dilakukannya di masa lalu.

Dalam kasus seperti ini, rasa menyesal baru muncul ketika ibu sudah dalam kondisi yang lebih stabil.

Pasalnya, keputusan yang diambil dalam kondisi tidak baik, tidak akan menimbulkan penyesalan.

"Mereka baru sadar ketika berada di kondisi yang lebih baik. Saat kondisi membaik, mereka baru bilang, 'aku itu punya anak, anak ini aku kasih," ujar Astrid.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X