Kompas.com - 21/01/2020, 18:33 WIB
Seorang perempuan mengenakan masker melintas di kawasan pertokoan China. Sejak Desember 2019, China dilanda virus misterius mirip SARS. yang sudah menelan dua korban jiwa. AFP via BBCSeorang perempuan mengenakan masker melintas di kawasan pertokoan China. Sejak Desember 2019, China dilanda virus misterius mirip SARS. yang sudah menelan dua korban jiwa.

5. Sekitar 1.700 kasus virus corona di China

Pada 17 Januari 2020, situs resmi Imperial College London sebelum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah mencatat, terdapat 1.700 kasus virus corona di China setelah melakukan perhitungan rinci.

"Masyarakat harus mempertimbangkan secara lebih serius tentang kemungkinan adanya penularan dari manusia ke manusia daripada yang mereka yakini," ujar Profesor Neil Ferguson, ilmuwan wabah penyakit.

6. Infeksi virus corona sampai ke Korea Selatan

Pada 19 Januari 2020, di Korea Selatan, seorang perempuan China juga diduga terkena virus corona. Ia tengah menjalani perawatan secara isolasi setelah berkunjung dua kali ke Wuhan bulan lalu.

Namun, belum terkonfirmasi apakah perempuan tersebut positif terinfeksi virus yang sama dengan kasus di Wuhan.

Baca juga: Virus Corona China Belum Ada Pencegahannya, Ini Saran Dokter

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

7. Mulai menyebar ke beberapa daerah di China

Dilansir dari ChannelNewAsia, pada 20 Januari 2020, China kembali melaporkan kematian dan 139 kasus akibat virus corona. 

Pejabat di sana mengkonfirmasi virus itu telah terdeteksi di Beijing dan provinsi Guangdong.

Pemerintah China mengkonfirmasi bahwa virus corona dapat menular dari manusia ke manusia. Hal ini tentu berbahaya karena dapat mempercepat penyebaran virus.

Namun, para ahli tidak dapat memprediksi bagaimana situasi akan berkembang karena terlalu dini untuk memberikan prediksi.

"Kami masih dalam tahap awal wabah. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan otoritas China dan sejumlah ahli untuk mengabarkan perkembangan ke dunia," kata Dr Mike Turner, Direktur Sains Wellcome dalam sebuah pernyataan, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: 4 Fakta Terbaru Virus Corona nan Mematikan Asal China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.