Kompas.com - 21/01/2020, 18:33 WIB
Seorang perempuan mengenakan masker melintas di kawasan pertokoan China. Sejak Desember 2019, China dilanda virus misterius mirip SARS. yang sudah menelan dua korban jiwa. AFP via BBCSeorang perempuan mengenakan masker melintas di kawasan pertokoan China. Sejak Desember 2019, China dilanda virus misterius mirip SARS. yang sudah menelan dua korban jiwa.

Virus ini berjenis Zoonozis, ditularkan dari hewan ke manusia.

Namun, virus ini masih menjadi misteri karena para ahli belum menemukan dan memastikan hewan mana yang menjadi sumber penyakit di pasar makanan laut tersebut, sehingga investigasi mengenai hewan penular nCoV ini terus berlanjut.

Gejala umum yang ditimbulkan akibat infeksi coronavirus yaitu demam, batuk, dan kesulitan bernafas.

Jika kasus yang dialami sudah parah, virus ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, kegagalan ginjal bahkan kematian.

Baca juga: Cegah Virus Corona China, Terawan Imbau Masyarakat Lakukan Ini

3. Virus corona sampai ke Thailand dan Jepang

Untuk pertama kalinya, pada 13 Januari 2020, kasus virus corona yang terjadi di luar China ditemukan di Thailand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temuan ini berasal dari seorang warga negara China yang sedang berpergian di negara tersebut.

Setelah itu, dikabarkan pada 16 Januari lalu, seorang pria berkewarganegaraan China yang tinggal di daerah Jepang juga dinyatakan positif terkena virus corona.

Kabarnya, dia sudah pulih dan dikembalikan dari rumah sakit pada minggu lalu.

Baca juga: Mengenal Wabah Virus Corona China dan Cara Mencegahnya

"Ini adalah kasus kedua yang dikonfirmasi 2019-nCoV yang telah terdeteksi di luar China, setelah konfirmasi kasus di Thailand pada 13 Januari," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Healthline (17/01/2020).

4. Virus menyebar lewat kontak antar manusia

Namun, kasus virus corona yang dialami pria di Jepang ini menyisakan tanda besar bagi para ilmuwan.

Sebab, dia diketahui tidak pernah mengunjungi pasar makanan laut di Wuhan, sehingga Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular (CIDRAP) menduga ia melakukan kontak orang-orang dengan pneumonia saat berada di Wuhan.

Oleh karena itu, CIDRAP menekankan bahwa kemungkinan penularan penyakit ini bukan hanya dari hewan, melainkan dari manusia ke manusia. Tetapi penyataan tersebut belum dipastikan dan masih diselidiki.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.