Astronom Temukan Benda-benda Aneh yang Mengorbit Lubang Hitam

Kompas.com - 16/01/2020, 19:03 WIB
Inilah rupa sistem bintang biner masif Apep (namanya diambil dari nama dewa ular Mesir kuno) yang bisa menciptakan ledakan sinar gamma di galaksi kita. Inilah rupa sistem bintang biner masif Apep (namanya diambil dari nama dewa ular Mesir kuno) yang bisa menciptakan ledakan sinar gamma di galaksi kita.

KOMPAS.COM - Di dalam jantung Bima Sakti, terdapat lubang hitam raksasa dengan massa 4 juta kali matahari, yaitu Sagitarius A * (Sgr A *).

Namun, dalam dekade terakhir, para ilmuwan yang sedang melakukan pencarian di lingkungan kosmik lubang hitam melihat ada dua benda aneh yang tampaknya mengorbit lubang hitam. Mereka dijuluki G1 dan G2.

Beberapa astronom percaya bahwa itu merupakan awan gas. Sedangkan astronom lainnya menyebutkan bahwa benda tersebut mirip bintang-bintang aneh yang diselimuti debu. Sehingga, sifat dari dua benda ini masih kontroversial.

"Obyek-obyek ini terlihat seperti gas dan berperilaku seperti bintang," kata Andrea Ghez, seorang astronom di UCLA dan rekan penulis studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

Baca juga: Kaleidoskop 2019: 5 Momen Astronomi Penting, Salah Satunya Foto Pertama Lubang Hitam

Sebuah tim lalu mempelajari benda-benda misterius ini lebih rinci dengan menggunakan data inframerah yang dikumpulkan selama 13 tahun terakhir oleh Imager Osiris yang dipasang di W.M. Observatorium Keck, Hawaii.

Akhirnya mereka berhasil mempelajari keduanya secara intens, khususnya G2 yang telah memikat para astronom di masa lalu.

Pada tahun 2014, para astronom mengamati G2 yang saat itu sedang meluncur langsung menuju Sgr A *. Awalnya, para astronom memperkirakan G2 adalah awan gas yang akan menyajikan ‘makanan ringan’ ke lubang hitam besa. Karena saat mendekatinya, G2 akan terkoyak dan gas akan jatuh ke dalam lubang hitam.

Namun fakta menunjukkan kebalikannya, semakin dekat dengan Sgr A *, G2 tetap utuh dan selamat. Hal ini mendorong para astronom berpikir ulang tentang apa yang terjadi.

"G2 selamat dan terus bahagia di orbitnya, awan gas tidak akan melakukan itu," kata Ghez seperti dilansir dari Cnet (15/01/2020).

Baca juga: Video Simulasi Ini Tunjukkan Hubungan Intim Lubang Hitam dan Galaksi

Selain itu, G1 juga selamat dari pertemuan dekatnya dengan lubang hitam besar dan relatif tidak berubah.

Menurutnya, benda-benda tersebut bukan awan gas seperti yang diperkirakan sebagian astronom, melainkan produk dari bintang biner yang bergabung, setelah dua bintang yang saling mengorbit bertabrakan dan membentuk satu bintang masif.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X