Kompas.com - 21/10/2019, 19:35 WIB
Sejumlah bangunan kantor pemerintahan di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, rusak parah akibat gempa 5,2 magnitudo yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019). KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYSejumlah bangunan kantor pemerintahan di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, rusak parah akibat gempa 5,2 magnitudo yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019).

"Semakin lama Anda panik, maka semakin menurun kesempatan menyelamatkan diri," imbuh dia.

Endro mengatakan, ketika masyarakat merasakan gempa, ada berbagai reaksi yang terlihat. Ada yang histeris, jongkok, berlarian, berusaha keluar dari gedung, dan ada juga yang santai.

Nah, hal yang harus dilakukan sebenarnya adalah melindungi diri, bukan berlari keluar lewat tangga darurat.

Pasalnya, gempa yang dirasakan selama beberapa detik membuat permukaan tanah tidak rata dan bergelombang. Ketika kita berlari dengan kondisi seperti ini, besar kemungkinan kita justru akan jatuh.

Selain itu, gempa kuat biasanya berlangsung selama 10 sampai 20 detik. Dalam waktu singkat seperti ini, sangat sulit seseorang turun dari lantai atas gedung menuju lantai dasar.

Oleh sebab itu, Endro menyarankan untuk merunduk, melindungi kepala dengan tas atau buku, atau berlindung di bawah meja sembari memegang kaki meja agar tidak bergoyang.

"Di dalam bangunan, guncangan gempa akan terasa beberapa saat. Selama terjadi goncangan gempa, upayakan keselamatan diri," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Endro berkata, jangan berlindung di dekat lemari atau dinding. Namun berlindunglah di balik pilar bangunan yang jauh lebih kuat dibanding dinding.

Jika berlindung di dekat lemari, ada kemungkinan lemari akan jatuh saat terjadi goncangan gempa. Hal yang sama pun bisa terjadi pada dinding bangunan.

Baca juga: Bencana Kemanusian Pemilu 2019, Pembelajaran untuk Mitigasi Kesehatan

Jalur evakuasi

Endro mengingatkan, ketika memasuki gedung asing yang baru pertama kali dikunjungi adalah mencari tahu dan mengingat arah jalur evakuasi.

Hal ini akan membantu kita lebih cepat selamat jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diingankan, seperti kebakaran, gempa, atau serangan terorisme.

"Ketika terjadi kebakaran atau misalnya terjadi terorisme, sangat mungkin orang berlarian dengan kacau dan kemungkinan tidak tahu ke mana arahnya. Tapi kalau kita tahu ke mana jalur evakuasi atau arah keluar ruangan, setidaknya ini lebih aman," tutupnya.

Selain itu, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia juga harus ditolong terlebih dahulu untuk keluar dari ruangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.