Dendy Mikes Meninggal, Ini Cara agar Tidak Mati Saat Serangan Jantung

Kompas.com - 07/10/2019, 20:22 WIB
Musisi Dendy Mikes. Instagram/@dendy_mikesMusisi Dendy Mikes.

KOMPAS.com - Musisi Dendy Mulya Pasha atau Dendy Mikes meninggal dunia pada Minggu (6/10/2019) karena serangan jantung. Selain Dendy Mikes, ada banyak korban serangan jantung di seluruh dunia.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa 37 persen kematian akibat penyakit tidak menular disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Tingginya angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) dikarenakan gejala pertama penyakit ini yang biasanya berupa serangan jantung atau kematian mendadak.

Padahal, serangan jantung tidak harus mematikan.

Dilansir dari artikel Kompas.com, Kamis (28/9/2017); Dr dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA FSCAI, FAPSIC dari Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) dan Pokja Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menjelaskan pertolongan pertama yang harus diberikan kepada penderita serangan jantung agar tidak meninggal.

Baca juga: Serangan Jantung, dari Penyebab, Gejala hingga Penanganan

Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah menidurkan atau menenangkan pasien. Pasalnya, bila pasien panik atau gelisah, maka kebutuhan oksigennya akan semakin tinggi dan serangan jantung makin meluas.

Setelah itu, berikan aspirin untuk dikunyah oleh pasien. Aspirin berfungsi untuk mengencerkan pembekuan darah, bukan menghancurkan plak yang menyumbatnya.

Untuk diketahui, serangan jantung adalah akibat plak yang pecah. Ketika tubuh bereaksi dan melakukan pembekuan darah, saluran pembuluh darah pun jadi tersumbat dan menyebabkan serangan jantung.

"Itulah mengapa aspirin harus selalu ada di rumah," kata Antonia.

Usai memberi pasien aspirin, Anda bisa membawa pasien ke rumah sakit terdekat yang memiliki unit gawat darurat agar pasien bisa mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, misalnya pemasangan stent.

Baca juga: Masih Muda dan Rajin Olahraga, Kok Bisa Kena Serangan Jantung?

Namun, yang harus diingat adalah semua hal ini harus dilakukan di dalam golden period.

Dilansir dari artikel Kompas.com, Senin(15/4/2019), dr Sari Sri Mumpuni, Sp.JP (K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi RS Pondok Indah – Pondok Indah menjelaskan bahwa golden period atau periode emas merupakan periode untuk menyelamatkan pasien serangan jantung.

Periode ini berkisar 6-12 jam sejak dimulainya serangan jantung hingga waktu pemberian tindakan medis. Namun, untuk meminimalisasi kerusakan otot jantung, maka kurun waktunya hanya tiga jam.

"Pada periode (3 jam) ini, baik obat maupun tindakan memiliki hasil yang sama. Tapi kalau lebih dari tiga jam, maka tindakan memiliki hasil yang lebih baik,” ujar Sari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X