Bayi Tabung, Upaya Peneliti Selamatkan 2 Badak Putih Utara Terakhir

Kompas.com - 30/09/2019, 07:05 WIB
Inilah Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia. Senin (19/3/2018), tim konservasi Kenya mengonfirmasi Sudan mati akibat komplikasi penyakit yang diderita. Daily Nation/NATION MEDIA GROUPInilah Sudan, badak putih utara jantan terakhir di dunia. Senin (19/3/2018), tim konservasi Kenya mengonfirmasi Sudan mati akibat komplikasi penyakit yang diderita.

KOMPAS.com - Mempertahankan keturunan dari hewan yang dinyatakan hampir punah menjadi tanggungjawab berat masyarakat dunia. Salah satu hewan yang masuk dalam spesies hampir punah adalah badak putih utara, yang kini hanya terdiri dari dua ekor betina.

Dua badak putih utara itu tidak akan pernah kembali muda. Namun yang diharapkan ialah keturunan genetiknya akan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.

Mengutip Live Science, pada Rabu (11/9/2019) ada dua embrio yang saat ini dilakukan eksperimen di laboratorium dan diharapkan bisa tumbuh hingga dewasa.

Tim peneliti internasional telah bekerja selama bertahun-tahun menggunakan fertilisasi in-vitro untuk menyelamatkan badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni).

Fertilisasi in-vitro biasanya disebut dengan bayi tabung, yaitu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh sang wanita.

Baca juga: Peringati Hari Badak Sedunia, Kenali 5 Fakta Satwa Terancam Punah Ini

Saat ini setelah para peneliti berhasil membuahi dua dari telur-telur itu, mereka akan menanamkan embrio yang dibuat di laboratorium tadi ke dalam rahim anggota subspesies yang berkaitan erat yaitu badak putih selatan.

Ahli biologi dari Institut Leibniz untuk Penelitian Kebun Binatang dan Satwa Liar di Jerman, Thomas Hildebrandt, mengatakan bahwa seluruh tim telah mengembangkan dan merencanakan prosedur ini selama bertahun-tahun.

"Hari ini, kami mencapai puncak penting di jalan berbatu yang memungkinkan kami merencanakan langkah masa depan dalam program penyelamatan badak putih utara," kata Thomas.

Dua badak putih utara terakhir

Kedua badak putih utara tersebut merupakan spesies terakhir, karena di alam liar kemungkinan sudah punah sejak tahun 2007 atau 2008.

Meskipun sejumlah kecil hewan akan bertahan hidup dan berkembangbiak di kebun binatang., tetapi, tidak sedikit hewan yang hidup menu atau memiliki masalah kesehatan hingga tidak bisa berkembangbiak.

Pada tahun 2008, badak putih utara jantan terakhir bernama Sudan mati dan hanya menyisakan dua anggota spesies (saat ini) betina bernama Najin dan Fatu.

Baca juga: Badak Sumatera Jantan Malaysia Mati, Harapan Bertumpu pada Indonesia

Najin dan Fatu lahir di Kebun Binatang Dvr Kralove, Republik Ceko, dan sekarang tinggal di 01 Pejeta Conservancy di Kenya.

Awalnya ada permasalahan yang dialami oleh peneliti yaitu sulitnya membawa embrio dari kedua badak putih utara tersebut.

Karena Najin terlalu tua, dan Fatu memiliki masalah rahim yang membuatnya tidak mungkin hamil.

Namun pada akhir Agustus, para ilmuwan berhasil memanen telur dari kedua badak betina itu.

Para peneliti kemudian menggunakan prosedur yang disebut injeksi sperma intra sitoplasma, untuk membuahi telur dengan sperma beku dari dua jantan badak putih utara bernama Suni dan Saut.

Baca juga: Berkat Bayi Tabung, Badak Putih Utara Berpeluang Lolos dari Kepunahan

Suni meninggal pada 2014, dan Saut meninggal pada 2006.

Peneliti di Laboratorium Avantea di Cremona, Italia, Cesare Galli, menyatakan dari 10 telur yang dipanen, terdapat tujuk yang cocok untuk dilakukan pembuahan.

Pada akhirnya, hanya dua yang matang menjadi embrio yang hidup. Keduanya diciptakan dengan telur Fatu dan sperma Suni.

Embrio kini telah dibekukan untuk mengawetkannya agar dapat dipindahkan di masa mendatang.

Menyimpan subspesies

Untuk membawa embrio ke term atau rahim badak putih selatan betina, para ilmuwan masih harus menyempurnakan seni transfer embrio pada badak.

Para peneliti juga harus menemukan satu atau dua badak putih selatan yang sehat (Ceratotherium simum) agar dapat hamil dengan sesuai harapan.

"Lima tahun lalu, sepertinya produksi embrio badak putih utara adalah tujuan yang hampir tidak dapat dicapai dan hari ini kita memilikinya. Ini pencapaian yang luar biasa dari seluruh tim memungkinkan kita untuk optimis mengenai langkah kita selanjutnya," kata Direktur komunikasi dan proyek internasional di Kebun Binatang Dvr Kralove, Jan Stejskal.

Untuk benar-benar mendapatkan bayi badak putih utara, akan diperlukan lebih dari beberapa kali fertilisasi in vitro yang berhasil.

Baca juga: Setelah Patah, Akankah Cula Badak dan Gading Gajah Tumbuh Kembali?

Sementara, pada ilmuwan hanya memiliki dua reservoir hidup untuk telur dan telah menyimpan sperma yang baik hanya dari empat ekor badak putih utara sebelumnya.

Hal itulah yang akan menyisakan sedikit sekali keragaman genetik dari spesies tersebut.

Tetapi bank jaringan memiliki nongamete yang disimpan dari badak putih utara lainnya akan membantu dalam memperluas kumpulan gen menjadi 12 badak.

Nongamete itu sendiri merupakan ragam jaringan dalam tubuh badak, kecuali sperma dan sel telur.

Saat para peneliti juga sedang mengusahakan dan bekerja menggunakan teknologi sel induk agar dapat mengubah sampel jaringan yang biasa tadi menjadi sperma dan telur.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Mnn.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X