Kompas.com - 04/04/2019, 18:33 WIB

KOMPAS.com - Cula badak dan gading gajah hingga saat ini masih menjadi barang berharga yang diperdagangkan.

Orang-orang masih percaya jika cula punya khasiat tertentu, sedangkan gading gajah lebih difungsikan untuk menjadi sebuah karya seni yang akan menaikkan status sosial seseorang. Akibatnya, gajah dan badak pun masih sering diburu demi gading dan culanya.

Saat melihat badak maupun gajah, Anda mungkin pernah bertanya-tanya bila cula atau gading mereka bisa tumbuh kembali ketika patah?

Baca juga: 43 Tahun Kesepian, Gajah Paling Menyedihkan di Dunia Mati

Secara singkat, gading gajah tidak bisa tumbuh kembali, sementara cula badak bisa.

Dilansir dari LiveScience, Minggu (31/4/2019); gading gajah mirip seperti gigi manusia yang terdiri dari dentin, jaringan tulang yang keras dan padat. Seluruh gading juga dilapisi dengan enamel dan juga tertanam di tengkorak gajah.

Jadi, begitu gading ini diambil dari gajah, maka ia tak akan tumbuh kembali. 

Padahal, bagian tubuh ini sangat penting bagi gajah karena berguna sebagai perlindungan belalai, menggali air, mengangkat benda-benda, mengupas kulit pohon, mengumpulkan makanan dan mempertahankan diri.

Namun sayangnya, tak semua orang tahu bahwa gading tak bisa tumbuh kembali. The International Fund for Animal Welfare (IFAW), sebuah lembaga konservasi pernah menyurvei 1.200 orang yang tinggal di enam kota di Cina pada 2007. Lembaga tersebut menemukan bahwa 70 persen responden berpikir bahwa gading bisa tumbuh kembali.

Baca juga: Selain Badak dan Gajah, Biawak Asli Indonesia Ini Juga Terancam Punah

Berbeda dengan gajah, cula badak justru bisa tumbuh kembali. Pasalnya, cula terbuat dari keratin, zat yang sama untuk membentuk kuku dan rambut.

Namum, bukan berarti Anda bisa dengan bebas mengambil cula badak. Tanpa cula, kualitas hidup mereka akan berkurang karena para badak ini menjadi tidak bisa mempertahankan wilayah mereka, membimbing anak mereka dan menggali air.

Untuk menyelamatkan badak dari ancaman pemburu liar, para profesional pernah melakukan upaya untuk memotong cula-cula badak yang berusia 35-40 tahun. Pemotongan tersebut menghasilkan sekitar 59 cula.

Akan tetapi, metode ini pun ternyata tak maksimal karena masih banyak ditemukan kasus perburuan liar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.