Kompas.com - 13/09/2019, 12:13 WIB
Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANPengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Atmospheric Chemistry and Physics pada 2016 tersebut, setidaknya ada 90 gas berbahaya dan sebanyak 50 persen diantaranya beracun ketika dihirup.

"Ada karbon dioksida, karbon monoksida, metana, ammonia, dan furan," ujar Bambang.

Gas-gas ini bisa menimbulkan berbagai penyakit pada saluran pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, dan penyakit paru obstruktif kronik.

Senyawa furan sendiri diyakini berdampak buruk pada ibu hamil.

Selain berpotensi membuat janin terlahir cacat, furan bahkan bisa mematikan janin.

Baca juga: Kabut Asap dan Polusi Melanda, Begini Cara Efektif Mengobati ISPA

4. Asap kebakaran hutan sebabkan stunting

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS pada bulan Februari 2019 menemukan bahwa kebakaran hutan dapat menyebabkan stunting.

Anak-anak dalam rahim yang terpapar oleh asap kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 1997 tumbuh menjadi lebih pendek 3,3 sentimeter dibanding yang seharusnya ketika mereka berusia 17 tahun.

Hal ini karena paparan udara beracun dapat menyaring oksigen janin dan menyebabkan perubahan permanen dan berat badan lahir rendah.

Sumber: Kompas.com (Resa Eka Ayu Sartika, Dian Maharani, Nibras Nada Nailufar)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.