Kisah Maria Clara Yubilea, Berencana S2 di Amerika demi Pendidikan Gifted Indonesia (Bagian III)

Kompas.com - 04/09/2019, 17:45 WIB
Pada 31 Juli 2019, tepat ulang tahun Patricia ke-48, Lala menuntaskan yudisium skripsinya. Menyusul Patricia diwisuda pada bulan Agustus 2019. DOK. PRIBADI/PATRICIA-LALAPada 31 Juli 2019, tepat ulang tahun Patricia ke-48, Lala menuntaskan yudisium skripsinya. Menyusul Patricia diwisuda pada bulan Agustus 2019.

Selepas kuliah, Lala berencana melamar beasiswa untuk pendidikan khusus gifted di universitas Amerika Serikat.

"Aku lagi jadi pemburu beasiswa. Rencananya mau ke Amerika, mau ambil gifted education," kata Lala sambil tertawa saat dijumpai di rumahnya, Senin (4/9/2019).

Lala sebenarnya memiliki beberapa pertimbangan hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil pendidikan gifted.

"Awalnya memang belum mempertimbangkan ke sana. Awalnya masih mau Hubungan Internasional atau Komunikasi. Nah, tapi pas lihat berita-berita 'ih apa sih ini kebijakan kok gini banget'," ujar Lala bersemangat.

Lala bercita-cita, selepas lulus S2 nanti dia akan kembali ke Indonesia dan melakukan sesuatu yang nyata untuk negeri ini.

Terlebih, Lala selalu ingat pesan ibunya untuk bisa melakukan sesuatu untuk Indonesia, bukan hanya mengomentari setiap kebijakan yang dinilainya tidak pas.

Selain itu, Lala melihat jalan hidup yang digariskan Tuhan mengarah pada pendidikan.

"Pertimbangan lain, dunia pendidikan itu luas. Dan pendidikan untuk gifted di Indonesia memang sudah ada, tapi tokoh gifted dari Indonesia sudah seumuran mami. Berarti kan belum ada regenerasi, berarti bisa jadi peluang," kata dia tersenyum.

"Lalu dengan generasi 4.0 kan memang ada beberapa skill yang berkembang dan agak tersingkir, tapi pendidikan tidak akan pernah hilang dalam hal ini. Jadi aku pikir, aku cukup baik di dalam pendidikan dan kalau masalah teknologi bisa sambil belajar juga kan," imbuh dia.

Baca juga: 4 Pertanyaan Tes Masuk Klub Jenius, Bisakah Anda Menjawabnya?

Akhir bulan ini, Lala bersama Patricia serta komunitas orangtua anak gifted di Yogyakarta bakal merilis buku bunga rampai "Menyongsong Pagi".

Buku ini memuat best practice langsung pengalaman orangtua dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus.

Lala menjadi satu-satunya anak gifted yang ikut menulis buku tersebut, sekaligus sebagai penulis termuda.

"Ada dosen PLB UNY yang juga ikut menulis. Dalam kesempatan yang sama kita menggelar seminar bertema " Pendidikan Anak Gifted".

Baca juga: Jerry Merryman, Si Jenius Penemu Kalkulator Tutup Usia

Melalui buku dan seminar tersebut, Patricia dan Lala berharap pengalaman sekaligus ilmu mereka terkait anak berkebutuhan khusus tidak hanya berhenti di diri mereka sendiri.

Buku ini diharapkan dapat membantu masyarakat luas agar pendidikan inklusi dapat dirasakan lebih banyak lagi manfaatnya. “Saya tahu, banyak orang tua di luar sana yang bingung anak berkebutuhan khusus ini diapakan. Tidak banyak yang seberuntung kami mengenal ilmu pendidikan luar biasa di UNY. Kami ingin ilmu ini membumi," tutup Patricia.

Untuk membaca kisah anak gifted berkebutuhan khusus bagian I, silakan klik link berikut.

Untuk membaca kisah anak gifted berkebutuhan khusus bagian II, silakan klik link berikut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X