Memahami Gifted dan Berkebutuhan Khusus Lewat Maria Clara Yubilea

Kompas.com - 04/09/2019, 06:11 WIB
Maria Clara Yubilea Sidharta (19) menjadi mahasiswa termuda yang diwisuda dan meraih gelar cum laude dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (31/8/2019) bersama kedua orangtuanya. Lala diwisuda bersama ibunya Patricia Lestari Taslim yang menyelesaikan S2 Pendidikan Luar Biasa UNY. Maria Clara Yubilea Sidharta (19) menjadi mahasiswa termuda yang diwisuda dan meraih gelar cum laude dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (31/8/2019) bersama kedua orangtuanya. Lala diwisuda bersama ibunya Patricia Lestari Taslim yang menyelesaikan S2 Pendidikan Luar Biasa UNY.

KOMPAS.com - Maria Clara Yubilea Sidharta atau akrab disapa Lala, berhasil menamatkan bangku sarjana di usia 19 tahun. Gadis yang meraih gelar cum laude itu mendapat IPK 3,78 dan baru saja diwisuda pada Sabtu (31/8/2019) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dari pemberitaan media tentang Lala, gadis kelahiran 13 Mei 2000 itu disebut sebagai anak gifted dan berkebutuhan khusus.

Sebelum membaca cerita tentang Lala, sebaiknya kita memahami lebih dulu apa itu gifted dan berkebutuhan khusus.

Baca juga: 4 Pertanyaan Tes Masuk Klub Jenius, Bisakah Anda Menjawabnya?

Anak berkebutuhan khusus

Berkebutuhan khusus tidak selalu merujuk pada disabilitas fisik atau mental, tetapi juga keterbatasan diri dalam tingkah laku, emosional, atau belajar.

Beberapa kamus bahasa Inggris, salah satunya Merriam Webster, juga menjelaskan hal ini. Karena kesulitan tersebut, individu membutuhkan bantuan khusus.

Nah, selain disabilitas yang kita kenal, anak gifted atau anak berbakat juga termasuk berkebutuhan khusus.

Seperti Lala, dia merupakan anak gifted alias anak berbakat dengan kemampuan luar biasa yang berbeda dengan anak-anak sebayanya.

Mengenal gifted dan kenapa termasuk kebutuhan khusus?

Menurut gifted and talented children's education act of 1978, anak gifted didefinisikan sebagai anak yang teridentifikasi - ketika prasekolah, sekolah dasar, atau sekolah menengah - sebagai orang yang memiliki kemampuan potensial dan menunjukkan kapabilitas performansi pada area yang spesifik, seperti intelektual, akademis, seni, dan kepemimpinan.

Lantas, kenapa anak gifted atau bocah jenius disebut anak berkebutuhan khusus? Bukannya anak jenius dapat menyelesaikan segala persoalan dengan lebih mudah?

Para psikolog mengungkap anak gifted memiliki lima kebutuhan khusus yang umum dialami:

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X