Seri Baru Jadi Ortu: Apa Jamu Pelancar ASI Manjur dan Aman Diminum?

Kompas.com - 03/09/2019, 19:00 WIB
Ilustrasi jamu Ilustrasi jamu

KOMPAS.com - Jamu tergolong obat tradisional yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sehingga menghasilkan sebuah ramuan. Bentuk sediaan jamu juga tidak hanya satu, melainkan bisa Anda temukan dalam berbagai sajian.

Mulai dari jamu cair yang bisa langsung diminum, diolah menjadi pil, maupun bubuk yang harus diseduh terlebih dahulu.

Para ibu menyusui mungkin sudah tidak asing dengan manfaat jamu yang disebut-sebut sebagai pelancar ASI. Terlebih, proses peracikan jamu tidak begitu sulit, mudah ditemui, bahkan harganya yang terbilang murah.

Dilansir Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamu telah digunakan secara turun-temurun selama berpuluh-puluh atau mungkin ratusan tahun.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: 3 Hal yang Picu Janin Gagal Berkembang

Penggunaan jamu selama ratusan tahun juga membuktikan bahwa, manfaat ramuan herbal yang diracik dari campuran berbagai tumbuh-tumbuhan telah terbukti keamanan dan untuk tujuan kesehatan tertentu. Atas dasar ini pula, jamu dipercaya bisa membantu menjadi pelancar ASI pada ibu menyusui.

Alasan lainnya, karena jamu dikenal sebagai bahan tradisional dan alami. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para ibu menyusui.

Pasalnya, tidak semua obat-obatan boleh diminum selama menyusui. Itu sebabnya, jamu dianggap lebih aman ketimbang obat-obatan yang berisiko menimbulkan efek samping terhadap kesehatan. Baik pada ibu maupun bayinya.

Benarkah jamu pelancar ASI manjur?

Hal selanjutnya yang mungkin jadi pertanyaan Anda, apakah jamu efektif sebagai pelancar ASI atau tidak. Sebenarnya, bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jamu pelancar ASI merupakan laktogogue.

Laktogogue adalah bahan atau zat yang dipercaya bisa membantu merangsang, memperbanyak, serta mempertahankan jumlah ASI pada ibu menyusui. Benarkah demikian?

Sebuah penelitian yang dilakukan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah, meminta sekitar 89 responden ibu menyusui untuk rutin minum jamu. Ramuan jamu ini diolah dari racikan daun katuk, kunyit, lempuyangan, dan asam jawa yang ditumbuk dan kemudian airnya direbus.

Penggunaan berbagai bahan-bahan tradisional di dalam jamu tersebut, dipercaya mengandung zat yang dapat berguna sebagai pelancar produksi ASI. Hasil dari penelitian yang diterbitkan tahun 2012 pun ternyata positif.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X