Kompas.com - 22/08/2019, 20:08 WIB
ilustrasi diego_cervoilustrasi

Karena itulah rekomendasi WHO menyusul laporan ini tidak menyertakan pengecekan rutin mikroplastik di air. Alih-alih, WHO ingin penyuplai dan regulator air minum berkonsentrasi pada "bahaya yang sudah dikenali".

"Dua miliar orang minum air yang terkontaminasi feses," kata Dr. Gordon.

"Dan itu menyebabkan satu juta kematian setiap tahun. Itu harus menjadi fokus."

Bagaimanapun, WHO memandang polusi plastik sebagai masalah yang mendesak. Badan PBB itu menyarankan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sebisa mungkin, dan memperbaiki program daur ulang.

Seberapa terbataskah risetnya?

Pesan utama dari laporan awal ini ialah betapa banyak yang tidak kita ketahui tentang konsekuensi polusi plastik.

Beberapa studi menunjukkan bahwa air dalam kemasan botol mengandung lebih banyak mikroplastik daripada air keran, tapi tidak jelas mengapa demikian. Itu bisa jadi disebabkan sumber air yang terkontaminasi, tapi bisa juga karena polimer plastik yang digunakan untuk membuat botol dan tutup botol.

Dan walaupun bukti yang ada menunjukkan bahwa bahaya kesehatan dari menelan mikroplastik, dan zat-zat kimia yang dikaitkan dengannya, sangat kecil, masih ditemukan cukup banyak celah data dalam penelitian sejauh ini, yang perlu diperbaiki dalam penelitian di masa depan, menurut kopenulis laporan tersebut Jennifer de France.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita perlu tahu jumlah partikel yang telah dideteksi, ukuran partikel-partikel ini, bentuknya, serta komposisi kimiawinya," ujarnya.

Baca juga: Studi Tunjukkan Manusia Makan 120.000 Mikroplastik Tiap Tahun

Jadi laporan tentang konsekuensi mikroplastik bagi kesehatan ini kemungkinan baru yang pertama dari banyak laporan yang bakal diterbitkan di masa depan. Karena mikroplastik tidak hanya terkandung di air, tapi juga di udara, dan makanan.

Dalam beberapa tahun ke depan, WHO ingin melihat laporan yang membahas arti "paparan total di lingkungan" ini bagi kesehatan manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.