Kompas.com - 22/08/2019, 17:00 WIB
Kebakaran hutan Amazon, Brasil pada 21 Agustus 2019. REUTERS/BRUNO KELLYKebakaran hutan Amazon, Brasil pada 21 Agustus 2019.

Ketika pohon-pohon itu ditebang atau dibakar, mereka tidak hanya melepaskan karbon yang mereka simpan, tetapi alat untuk menyerap emisi karbon menghilang.

"Setiap hutan yang hancur adalah ancaman bagi keanekaragaman hayati dan orang-orang yang menggunakan keanekaragaman hayati itu," kata Lovejoy.

Dia menambahkan bahwa ancaman luar biasa adalah banyak karbon masuk ke atmosfer.

Muelbert mengatakan masih terlalu dini untuk menghitung berapa banyak karbon yang bisa dihasilkan oleh kebakaran hutan Agustus ini.

Baca juga: Bagaimana RFCx Melindungi Hutan dengan Ponsel Huawei Lama?

Panel antar pemerintah tentang perubahan iklim merilis sebuah laporan awal bulan ini yang mengatakan bahwa dunia tidak memiliki hutan cadangan jika ingin menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim.

"Ini adalah tragedi," kata Muelbert tentang kebakaran hutan, dan deforestasi sebagai pemicunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah kejahatan terhadap planet Bumi, dan kejahatan terhadap umat manusia," tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.