Kompas.com - 16/08/2019, 13:44 WIB
Ekslusif AIMAN yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam mengenai tanaman bajakah yang diklaim menyembuhkan kanker. KOMPAS TVEkslusif AIMAN yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12/8/2019) malam mengenai tanaman bajakah yang diklaim menyembuhkan kanker.

KOMPAS.com - Informasi terkait Bajakah yang diklaim mampu menyembuhkan kanker ramai dibicarakan publik belakangan ini.

Kepala Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu Akhmad Saikhu menjelaskan Bajakah merupakan istilah bagian tanaman. Terkait keampuhan Bajakah dapat menyembukan kanker, menurutnya masih perlu penelitian lebih lanjut.

"Tanpa bermaksud menegasikan hasil penelitian yang dilakukan, (Bajakah) masih klaim sebagai obat kanker. Perlu proses uji lebih lanjut," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, untuk penelitian yang merujuk tanaman obat bisa digunakan sebagai obat penyembuh kanker harus menjalani proses yang panjang dan berurutan.

Pertama, setelah menemukan bahan aktif kimia yang mampu menghambat sel kanker, proses selanjutnya dilakukan dengan proses mengisolasi bahan aktif tersebut dan menguji in-vitro ulang bahan aktif dengan cell line kanker.

"Kalau terbukti menghambat sel kanker, lanjut uji pada hewan yang coba yang dibuat kanker. Jika uji hewan terbukti, baru masuk uji klinis pada manusia, itu pun harus menggandeng industri farmasi supaya bahan uji diproduksi secara CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)," ujar Akhmad.

Baca juga: Penelitian Akar Bajakah Bisa Dilanjutkan Dengan Perantara TTO

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menyampaikan, dalam uji klinis terdiri dari 3 fase, meliputi uji fase 1, uji farmakokinetik, dan farmakodinamik.

Setelah terbukti terdistribusi menuju jaringan kanker dan mampu menghambat sel kanker, proses dilanjut ke uji klinis fase 2 untuk pembuktian efikasi pada sample pasien kanker dengan jumlah terbatas.

"Lalu apabila uji fase 2 terbukti, baru masuk uji fase 3 untuk melihat efektivitas pada jumlah pasien yang lebih banyak," ujar Akhmad.

Proses terakhir, yakni setelah terbukti lolos uji fase 3, bisa dilakukan produksi secara ekonomi untuk dimintakan izin edar pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
Ahli: Belum Ada Bukti Kuat Penularan Covid-19 dari Jenazah

Ahli: Belum Ada Bukti Kuat Penularan Covid-19 dari Jenazah

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X