Kompas.com - 31/07/2019, 15:42 WIB

KOMPAS.com - Kualitas udara di Jakarta buruk tidak hanya pada siang hari, tapi juga malam hari saat minim aktivitas. Banyak warga Jakarta menyadari hal ini, dan mereka mempertanyakan sumber polutan selain asap kendaraan.

Berdasar data stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) untuk mengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di ibu kota, salah satunya ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sempat menunjukkan kualitas udara Jakarta tidak sehat, dengan angka PM 2,5 di atas 100 mikrogram/meter kubik

Kepala Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Herman Hermawan mengatakan, kontribusi sumber polutan di DKI Jakarta bervariasi, mulai dari kendaraan bermotor sampai industri.

Menurut data Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 75 persen transportasi darat menyumbang polusi udara. Sementara sisanya bersumber dari pembakaran industri, pembakaran domestik, dan pembangkit listrik dan pemanas.

"Industri yang mengungkung DKI dapat dikategorikan sebagai sumber (polutan) besar (large point source), termasuk PLTU yang notabene bahan bakarnya batubara," ujar Herman saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Para Ahli di Dalam dan Luar Negeri Sepakat, Polusi Udara Mematikan

Sumber pencemaran udara Jakarta. Sumber pencemaran udara Jakarta.

Berkaitan dengan kualitas udara Jakarta, Herman mengaku PLTU tidak bisa langsung dituding sebagai pemicu kotornya udara Jakarta. Sebab, posisi beberapa PLTU ada di pinggir pantai dengan cerobong yang tinggi, di mana kondisi cuaca akan sangat membantu proses pengenceran zat pencemar.

"Jadi perlu perhitungan, apakah PLTU signifikan mencemar Jakarta," ujar Herman.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.