Untuk Apa Manusia Mendarat (Kembali) ke Bulan?

Kompas.com - 30/07/2019, 20:06 WIB
Jejak kaki astronot Neil Armstrong dan tim di Bulan pada misi Apollo 11. Jejak kaki astronot Neil Armstrong dan tim di Bulan pada misi Apollo 11.

21 JULI 2019 lalu kita menyongsong setengah abad pendaratan manusia di Bulan dalam dunia yang sudah berubah dan respons yang campur–aduk.

Sebagian kita terkagum–kagum oleh pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi tulang punggungnya, yang dalam beberapa hal terlalu primitif untuk ukuran masa kini.

Misalnya, sistem komputer yang bertumpu pada prosesor selambat siput jika dibandingkan gawai–gawai pintar yang kita miliki. Pun kameranya, yang jauh lebih berat dan kompleks dibanding kamera berkeping elektronik masa kini.

Sebaliknya sebagian mencibir, menganggapnya sekedar konspirasi. Pun di Indonesia, negeri yang baru saja melewati tahap demi tahap pemilihan umum 2019, kegiatan elektoral tingkat nasional yang penuh dengan gelimang hoaks.

Cacat fotografi di Bulan, radiasi di sabuk van–Allen hingga kenapa tiada lagi astronot yang mendarat di sana meski sudah berlalu setengah abad lamanya kembali diperbincangkan.

Kita jarang sekali mencoba menarik benang merah antara program pendaratan manusia di Bulan dengan dinamika Perang Dingin. Padahal tanpa berkecamuknya Perang Dingin, peristiwa pendaratan manusia di Bulan boleh jadi takkan terjadi hingga masa kini.

Perang Dingin merupakan perang urat syaraf modern yang mengharu–biru umat manusia sejak usainya Perang Dunia II hingga empat dasawarsa kemudian kemudian. Itulah rentang masa tatkala dunia seakan terpolarisasi pada dua kekuatan adikuasa, yaitu blok kapitalis di bawah pimpinan Amerika Serikat atau blok komunis yang digawangi Uni Soviet.

Itulah pula rentang masa manakala aneka perseteruan bersenjata berlabel proxy war di antara kedua blok meletus, mulai dari perang Korea, perang Arab-Israel yang berbabak–babak, perang Vietnam, perang sipil Kamboja hingga transisi Orde Lama menuju Orde Baru yang berkuah darah di Indonesia.

Perang dingin juga menjadi masa kala perlombaan senjata didorong jauh menjangkau titik paling ekstrem.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X