Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Kompas.com - 15/07/2019, 19:00 WIB
Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan. NASANeil Armstrong menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan.


KOMPAS.com - 50 tahun lalu, tepatnya 20 Juli 1969, misi Apollo 11 menginjakkan kaki di bulan untuk pertama kalinya.

Sebagai misi pertama, tentu saja Neil Armstrong, Edwin "Buzz" Aldrin dan Michael Collins meluncur dalam kondisi serba terbatas.

Saat itu para pakar NASA lebih fokus memikirkan bagaimana membawa astronot ke bulan dan memulangkan kembali ke Bumi dalam keadaan selamat. Tak heran, urusan toilet bukan prioritas.

" Buang air besar dan buang air kecil adalah hal yang mengganggu perjalanan ruang angkasa, bahkan sejak penerbangan berawak pertama ke luar angkasa," tulis NASA tentang misi Apollo 11.

Baca juga: Peringati 50 Tahun Pendaratan di Bulan, LEGO Bikin Model Apollo 11

Melansir Science Alert Minggu (14/7/2019), Armstrong dan tim terpaksa menggunakan sebuah tas untuk buang air besar. Jangan dibayangkan bagaimana aromanya, yang pasti sangat busuk.

Sementara untuk buang air kecil, mereka menampung di sebuah alat mirip kondom (alat ini dipakai dan diganti setiap hari) yang disambungkan ke tas dengan selang pendek.

Dalam hal ini NASA menceritakan, tumpahan air seni sering terjadi. Beruntung, semua awak dalam misi ini pria.

Pada misi Apollo, para astronot buang air kecil dengan menggunakan benda ini. Pada misi Apollo, para astronot buang air kecil dengan menggunakan benda ini.

"Karena tidak ada toilet, kami menerapkan alat yang bisa mengumpulkan kotoran selama penerbangan, yakni dengan tas yang ditempel ke pantat untuk menampung kotoran," tulis NASA.

Alat yang  disebut "tas tinja" itu dilengkapi dengan kompartemen untuk kertas toilet dan sarung tangan agar para astronot tetap bersih ketika menempatkan tas di pantat.

Penggunaan alat ini pun sangat rumit dan membutuhkan waktu sampai 45 menit untuk melakukannya.

Kala itu penggunaan tas tinja mungkin adalah sebuah penemuan berharga. Pasalnya, dalam misi Apollo 10 pada Mei 21969, astronot Tom Stafford pernah meminta dibawakan serbet karena ada kotoran mengambang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X