Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/07/2019, 18:08 WIB

Selain brown sugar dan gula aren, rasa legit minuman-minuman semacam ini datang dari susu, susu kental manis, dan sirup berbagai rasa. Di Kopi Kenangan, misalnya, pengunjung bisa memilih pemanis untuk kopinya.

"Paling banyak kopi susu pakai gula aren. Tapi juga ada karamel, susu kental manis, sama sirup vanila," kata salah satu kasirnya.

Selain itu, di setiap tempat ini juga diberikan pilihan kadar gula. Pengunjung bisa meminta minuman dengan kemanisan standar, tanpa gula, hingga ekstra gula bagi yang gila manis.

"Kebanyakan sih minta yang enggak terlalu manis," ujar kasir Kopi Kenangan.

Buruk untuk kesehatan?

Dilansir dari Hello Sehat, segelas cappuccino ukuran Tall (12 oz atau 350 ml) dengan susu full-fat bisa mengandung hingga 150 kalori, 6 gram lemak (4 gram lemak jenuh), dan 6 gram protein. 

Kemudian, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jae Eun Min, David B. Green dan Loan Kim, bubble tea atau boba tea memiliki kandungan gula sebesar 38 gram dan kalori sebanyak 299 kilo kalori (kkal) untuk setiap porsinya.

Baca juga: 6 Tanda Gula Darah Anda Tinggi, Meski Bukan Penderita Diabetes

Padahal, menurut American Hearts Association, kebutuhan gula tambahan tidak boleh lebih dari 150 kkal per hari untuk laki-laki dan 100 kkal per hari untuk perempuan.

Dokter Rumah Sakit Indonesia dr. Ratih Febriani mengatakan bahwa dampak buruk dari terlalu sering mengonsumsi minuman manis olahan ini bisa terlihat dari usia pasien-pasien yang datang kepadanya.

Ratih menduga pergeseran usia penderita jantung koroner yang semakin muda dikarenakan oleh pola konsumsi masyarakat yang berubah. Makanan dan minuman manis yang berlebihan bisa menambah risiko seseorang terkena penyakit jantung.

"Dulu enggak tergantung sama gula, sekarang makin hari makin banyak minuman olahan, terutama yang mengandung gula putih. Ini perannya besar sekali," ujar Ratih, Kamis (4/7/2019) lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+