Kompas.com - 05/07/2019, 12:48 WIB
Akibat kehabisan stok, komoditi bawang putih mulai hilang dari pasaran di pasar tradisional di Kota Baubau,  Sulawesi Tenggara.  Para pedagang di pasar tradisional seperti pasar Karya Nugraha, Kota Baubau, sudah tidak lagi menjual bawang putih. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEAkibat kehabisan stok, komoditi bawang putih mulai hilang dari pasaran di pasar tradisional di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Para pedagang di pasar tradisional seperti pasar Karya Nugraha, Kota Baubau, sudah tidak lagi menjual bawang putih.

KOMPAS.com - Untuk urusan makanan, bawang putih adalah salah satu bumbu dapur andalan. Selain menyedapkan makanan, bawang putih juga terbukti ampuh dalam melawan bakteri pada pasien dengan infeksi kronis.

Lantas, apa saja kandungan dalam bawang putih dan bagaimana manfaatnya?

Berikut 4 senyawa dalam bawang putih dan sebaiknya kita ketahui.

Baca juga: Perhatikan, 9 Makanan Ini Bisa Berdampak pada Bau dan Kesehatan Vagina

1. Alisin, pemicu bau khas pada bawang

Bawang putih terdiri dari berbagai susunan senyawa organsulfur sehat, di antaranya adalah bahan utama yang dapat diekstraksi minyak.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Angewandte Cheme, ahli kimia Inggris menjelaskan bahwa saat bawang putih dipotong atau dikunyah, enzim dalam jaringan yang rusak akan terdegradasi.

Senyawa organsulfur pertama yang terdegradasi adalah alisin, senyawa yang memberi aroma khas pada bawang putih.

2. Sulfida, pemicu bau mulut

Selain alisin, senyawa lain yang bernama sulfida juga akan menyebar di udara dan membuat seisi ruangan beraroma bawang.

"Saat kita memasukkan bawang ke mulut, molekul sulfida akan hinggap di hidung," ungkap Sheryl Barringer, peneliti sains dan teknologi pangan dari Ohio State University, dilansir Live Science, Sabtu (25/5/2019).

Menurut Wilfredo Colon, ahli kimia dari Rensselaer Polytechnic Institute, New York, telah banyak studi yang membuktikan bahwa senyawa sulfida pada bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah serta memiliki efek antimikrobial.

Manfaat ini dapat mendorong kita agar menyukai bawang putih secara tidak sadar.

Namun, senyawa yang sama juga dapat menimbulkan bau mulut. Barringer menjelaskan bahwa bau ini ditimbulkan saat makanan yang mengandung bawang putih mencapai lambung.

Baca selengkapnya: Mengunyah Bawang Putih Kok Bikin Bau Mulut?

3. Ajoene, senyawa aktif ampuh melawan bakteri

Penelitian yang dilakukan Universitas Kopenhagen mengungkap senyawa ajoene dalam bawang putih ampuh melawan bakteri pada pasien dengan infeksi kronis.

Dalam studi yang dimuat jurnal Scientific Reports, ahli menemukan senyawa ajoene dapat menghambat dua jenis bakteri, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

"Ini adalah dua kelompok bakteri yang berbeda dan biasanya ditangani dengan metode yang berbeda pula. Namun, senyawa bawang putih ternyata mampu melawan keduanya sekaligus dan ini merupakan bukti bawang putih bisa digunakan sebagai obat yang efektif jika digunakan bersamaan dengan antibiotik," ujar Tim Holm Jakobsen, peneliti yang terlibat dalam studi ini, dikutip dari Physorg, Senin (27/11/2017).

Baca Selengkapnya: Senyawa Baru Ditemukan dalam Bawang Putih, Khasiatnya Luar Biasa

4. Diallyl disulfida, senyawa sulfur bikin iritasi pada kulit

Meski bawang putih memiliki kandungan senyawa untuk melawan bakteri, bumbu satu ini juga bisa menyebabkan luka bakar.

Sejumlah artikel ilmiah pernah melaporkan bahwa bawang putih mampu membuat kulit iritasi. Salah satunya laporan dalam jurnal BMJ Case Reports yang menceritakan kasus seorang wanita asal Inggris yang mencoba mengobati Tinea pedis alias kutu air dengan potongan bawang putih mentah.

Selama empat minggu, empat jam sehari, wanita itu memakai potongan bawang putih mentah di sekitar jempol kaki kirinya.

Bukannya sembuh, bawang putih justru membuat kaki wanita itu terbakar dan melepuh.

Dr Kai Wong, seorang dokter bedah plastik di Oxford University Hospitals National Health Service Foundation Trust yang menangani luka bakar tersebut menjelaskan, penyebab terbakarnya kulit adalah senyawa diallyl disulfida.

Senyawa terkuat pada bawang putih ini, ujar Dr Lisa Maier, seorang profesor rekanan klinis dermatologi di University of Washington School of Medicine dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan luka bakar dan reaksi alergi dermatitis kontak berupa gatal-gatal atau eksim.

Baca juga: Jangan Ditiru, Kaki Perempuan Melepuh karena Pakai Bawang Putih



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arkeolog Mesir Temukan 250 Kuburan Berusia 4.200 Tahun, Ini Isinya

Arkeolog Mesir Temukan 250 Kuburan Berusia 4.200 Tahun, Ini Isinya

Oh Begitu
Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X