Kompas.com - 25/07/2018, 07:08 WIB
Ilustrasi bawang putih AmaritaIlustrasi bawang putih

KOMPAS.com – Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak mencoba-coba mengobati diri sendiri tanpa berkonsultasi ke dokter.

Sebuah laporan yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Case Reports menceritakan kasus seorang wanita asal Inggris yang mencoba untuk mengobati Tinea pedis yang umum dikenal sebagai kutu air atau kaki atlet dengan potongan bawang putih mentah.

Selama empat minggu, empat jam sehari, wanita itu memakai potongan bawang putih mentah di sekitar jempol kaki kirinya.

Bukannya sembuh, bawang putih justru membuat kaki wanita itu terbakar dan melepuh. Bahkan ketika akhirnya dia pergi ke dokter, masalah wanita itu menjadi dua: infeksi jamur Tinea pedis dan luka bakar.

Baca juga: Senyawa Baru Ditemukan dalam Bawang Putih, Khasiatnya Luar Biasa

Untungnya, Dr Kai Wong, seorang dokter bedah plastik di Oxford University Hospitals National Health Service Foundation Trust berhasil menangani luka bakar tersebut. Wanita itu pun sembuh total dalam dua minggu.

Kepada Live Science, Jumat (20/7/2018), Wong berkata bahwa penyebab terbakarnya kulit wanita tersebut adalah senyawa yang mengandung sulfur pada bawang putih, terutama diallyl disulfida.

Senyawa terkuat pada bawang putih ini, ujar Dr Lisa Maier, seorang profesor rekanan klinis dermatologi di University of Washington School of Medicine yang tidak terlibat dalam kasus, dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan luka bakar dan reaksi alergi dermatitis kontak berupa gatal-gatal atau eksim.

Kasus ini juga bukan kali pertama. Laporan yang ditulis oleh Wong menyebutkan bahwa ada banyak tukang masak dan orang-orang yang berkecimpung di dunia makanan telah melaporkan mengalami luka bakar setelah berlama-lama memegang bawang putih mentah.

Tingkat keparahannya bergantung pada jangka waktu paparan, kesegaran, dan jumlah bawang putih. Sensitifitas kulit yang dimiliki masing-masing individu juga turut berpengaruh.

Daripada menggunakan bawang putih yang belum teruji efektifitasnya secara ilmiah, Wong dan Maier menyarankan untuk menggunakan salep antifungal, seperti terbinafine dan clotrimazole, untuk menangani Tinea pedis.

Jika jamur telah menginfeksi kuku, maka Anda juga perlu ke dokter untuk diresepkan obat antifungal secara oral.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arkeolog Mesir Temukan 250 Kuburan Berusia 4.200 Tahun, Ini Isinya

Arkeolog Mesir Temukan 250 Kuburan Berusia 4.200 Tahun, Ini Isinya

Oh Begitu
Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X