Kompas.com - 22/06/2019, 19:03 WIB
Ilustrasi pengukuran kolesterol designer491Ilustrasi pengukuran kolesterol

KOMPAS.com – Kolesterol dapat memicu beragam gangguan kesehatan, penyakit, bahkan hingga kematian.

Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskuler, seperti hipertensi, stroke, bahkan serangan jantung.

Sayangnya, masih banyak kesalahpahaman yang beredar di masyarakat terkait kolesterol.

Kali ini kita akan membahas beberapa kesalahpahaman tersebut sehingga diharapkan dapat menyediakan informasi yang akurat dan kredibel terkait kolesterol.

Baca juga: Jangan Percaya Mitos, Durian Tidak Mengandung Kolesterol

Kolesterol bukan ancaman bagi anak-anak

Ini merupakah anggapan yang keliru. Risiko kolesterol dapat mengancam anak-anak, terutama yang memiliki faktor genetik dan riwayat penyakit kardiovaskuler pada keluarganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini dikenal dengan istilah familial hypercholesterolemia. Bila tidak teridentifikasi dan ditangani dengan cepat, maka kondisi ini dapat mengancam kesehatan sang anak daam jangka panjang.

Riwayat penyakit dalam keluarga yang perlu dikenali antara lain adalah artherosklerosis dan gangguan pada dinding pembuluh darah, riwayat serangan jantung dan hipertensi, serta penyakit jantung koroner.

Meski berisiko tinggi, namun bukan berarti anak dengan kondisi ini pasti memiliki kolesterol tinggi. Terdapat beberapa bentuk pencegahan yang dapat dilakukan, seperti melakukan olahraga rutin, menghindari kebiasaan merokok, menjaga pola makan dan berat badan ideal, serta diagnosis tekanan darah berkala dan melakukan medical check up.

Pemeriksaan kolesterol lebih baik dilakukan saat paruh baya

Banyak orang beranggapan bahwa kolesterol tinggi hanya terjadi seiring bertambahnya usia, sehingga anak muda tidak perlu khawatir dan bebas mengonsumsi apa saja yang mereka inginkan.

Faktanya, kolesterol tinggi dapat terjadi pada siapapun tanpa memandang usia. The American Heart Association merekomendasikan setiap orang dewasa berumur lebih dari 20 tahun hendaknya memeriksakan kadar kolesterol dan faktor risiko lain, misalnya gula darah, setidaknya setiap empat tahun sekali.

Pemeriksaan rutin ini mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari.

Kolesterol hanya menyerang orang gemuk saja

Orang yang menderita obesitas memang memiliki risiko kolesterol lebih tinggi, namun bukan berarti orang yang kurus bebas dari ancaman ini.

Kolesterol tidak memandang berat badan, sehingga berat badan tidak mencerminkan kadar kolesterol dalam pembuluh darah.

Orang yang tampak kurus boleh jadi memiliki proporsi lemak tubuh yang melebihi massa otot mereka, atau kondisi yang disebut skinny fat.

Orang yang kurus juga seringkali tidak memiliki kebiasaan yang baik, misalnya olahraga rutin atau pola makan teratur. Hal ini menjadikan mereka rentan terhadap ancaman kolesterol tanpa mereka sadari.

Baca juga: Tak Cuma Orang Gemuk, Kolesterol Tinggi Juga Dialami Si Badan Kurus

Kadar kolesterol hanya bergantung pada makanan dan olahraga

Meski memang aktivitas fisik dan pola makan dapat menentukan kadar kolesterol, namun kolesterol juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.

Berat badan yang berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, begitu pula dengan usia seseorang. Namun bukan berarti orang yang kurus dan masih segar bugar bebas dari ancaman ini.

Selain itu, faktor genetis dan keturunan juga dapat menjadi masalah yang tidak terduga.

Makanan tanpa kandungan kolesterol aman dikonsumsi

Faktanya, kolesterol tinggi dalam darah justru dihasilkan oleh tubuh itu sendiri. Kolesterol dalam tubuh dapat diproduksi lewat asupan lemak jenuh atau lemak trans yang banyak.

Untuk itu, agar terhindar dari ancaman kolesterol tinggi, sebaiknya hindari konsumsi dalam jumlah tinggi makanan dengan kadar lemak jenuh berlebih, seperti minyak, gorengan, margarin, mentega, kue kering, dan sebagainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.