Seri Baru Jadi Ortu: Perlu Tidak Sih Ibu Hamil Jalani Tes NIPT?

Kompas.com - 21/06/2019, 16:27 WIB

Pada 1997 Dennis Lo menemukan, fragmen sel di plasenta (ari-ari) dapat ditemukan dan ditangkan dalam darah ibu tersebut.

Seperti kita tahu, ari-ari merupakan hal penting dalam kehamilan sehingga DNA yang ada di dalam sel tersebut dapat mempresentasikan DNA janin.

Pentingnya mengetahui kelainan kromosom sejak dini

Down Syndrome merupakan kongenital keempat terbanyak pada janin, dengan prevalensi sekitar 1:600 kehamilan. Risiko down syndrome meningkat seiring bertambahnya usia ibu hamil.

"Karena dapat terjadi pada siapa pun, maka jika didapatkan hasil skrining yang baik dapat memberikan efek yang positif bagi Ibu maupun keluarganya. Sebaliknya jika didapatkan risiko tinggi pada skrining, maka tim dokter akan merencanakan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel langsung dari janin (cairan ketuban/plasenta/darah janin) untuk memastikan kelainan tersebut," imbuh Manggala.

Dia menambahkan, dengan mengetahui kenyataan lebih awal diharapkan keluarga dapat mempersiapkan mental dan finansial secara baik untuk kehidupan bayi di kemudian hari.

"Beberapa kelainan organ yang didapatkan pada kelainan kromosom ini juga dapat dipersiapkan dengan baik untuk dilakukan penatalaksanaan yang lebih optimal setelah bayi dilahirkan," ujar Manggala.

Karena deteksi pemeriksaan NIPT terbilang jauh lebih akurat dibanding pemeriksaan sejenis lain, pemeriksaan ini harganya masih sangat tinggi dan belum dapat menggantikan tes diagnostik, sehingga perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan diagnostik dari sampel janin untuk memastikan hasil tes.

Baca juga: Seri Baru Jadi Orangtua: Anak Demam Jangan Diberi Kompres Dingin

Semua wanita hamil umumnya mendapat rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan kelainan kromosom dengan berbagai metode.

Namun khusus untuk pemeriksaan NIPT, yang lebih diutamakan adalah ibu hamil dengan risiko tinggi mengalami kelainan kromosom, yakni:

  • Usia ibu hami 35 tahun keatas
  • Didapatkan kelainan pada pemeriksaan USG
  • Didapatkan riwayat bayi lahir dengan trisomi sebelumnya
  • Didapatkan hasil positif pada hasil skrining tes lainnya
  • Orang tua dengan kelainan kromosom berupa translokasi robertsonian (meningkatkan risiko terjadinya kelainan kromosom)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.