Seri Baru Jadi Orangtua: Anak Demam Jangan Diberi Kompres Dingin

Kompas.com - 20/06/2019, 19:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Semua orangtua tentu tidak ingin buah hatinya jatuh sakit. Namun, bagaimana bila si kecil terlanjur demam? Apa yang harus Ayah dan Ibu lakukan agar kondisinya tidak semakin memburuk?

Dokter Catharine M Sambo, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, berkata bahwa hal pertama yang harus orangtua lakukan bila mendapati anaknya demam adalah memastikan penyebabnya.

Apakah anak demam karena dehidrasi dan kepanasan setelah bermain di luar? Bila ya, coba beri anak minum secukupnya terlebih dahulu.

“Kalau anak dehidrasi, enggak akan turun panasnya (meski diberi obat atau dikompres). Tapi kalau setelah minum enggak panas, ya sudah (anak tidak apa-apa),” ujarnya ketika memaparkan “Pentingnya Bermain di Luar Ruangan” di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Demam Kok Bikin Kita Mimpi Buruk? Ilmuwan Menjawabnya

Namun bila anak demam meskipun sudah cukup minum dan tidak berada di luar ruangan, ada kemungkinan penyebabnya adalah infeksi.

Nah, dalam penanganan demam akibat infeksi, banyak orangtua yang salah dengan memberi anaknya kompres dingin. Padahal, tatalaksana yang tepat adalah memberikan kompres hangat atau memandikan anak dengan air hangat.

Hal ini dikarenakan oleh mekanisme tubuh dalam melawan infeksi. Dokter yang akrab disapa Mayu ini menjelaskan bahwa ketika menghadapi infeksi, reaksi tubuh untuk mempertahankan diri adalah dengan menaikkan suhu hingga mencapai titik tertentu.

“Kalau (titik) suhunya tidak tercapai, anak akan tetap demam. Makanya kalau dikompres dingin, suhu malah tidak naik-naik (dan anak terus demam). Jadi pakai kompres hangat atau mandi air hangat,” katanya.

Sebaliknya, kompres dingin diberikan bila anak mengalami memar atau keseleo bengkak. Kompres dingin yang diberikan dalam jangka waktu 48 jam dapat menekan inflamasi atau peradangan, serta membekukan darah yang keluar.

Oleh karena, Ayah dan Ibu jangan sampai salah lagi. Gunakan kompres hangat ketika suhu tubuh anak naik akibat infeksi dan kompres dingin ketika ia mengalami memar atau keseleo yang bengkak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X