Seukuran Burung Murai, Dinosaurus Baru Ini Punya Sayap Mirip Kelelawar

Kompas.com - 11/05/2019, 18:33 WIB
Ambopteryx longibrachium, dinosaurus berbulu bersayap kelelawar yang baru saja ditemukan di China Min WangAmbopteryx longibrachium, dinosaurus berbulu bersayap kelelawar yang baru saja ditemukan di China

KOMPAS.com – Banyak cara untuk terbang dan melayang. Itulah yang dapat disimpulkan dari banyaknya temuan fosil hewan purba, baik dinosaurus maupun pterosaurus, yang memiliki beragam modifikasi lengan yang memungkinkan mereka mengarungi langit.

Beberapa di antaranya mewariskan keturunan dengan desain yang mengalami penyempurnaan sehingga menjadi lebih efisien. Sebagian lagi justru mengalami kepunahan.

Kali ini, temuan terbaru berasal dari kawasan Barat Laut China. Fosil mungil yang berukuran tidak lebih dari seekor burung murai ini memiliki sayap mirip kelelawar, dilengkapi dengan struktur bulu yang juga mengalami fosilisasi.

Fosil baru ini diberi nama Ambopteryx longibrachum, yang dalam bahasa latin berarti kedua sayap berlengan panjang. Fosil diperkirakan berasal dari perioda Jurassic, sekitar 163 juta tahun lalu.

A. longibrachum dimasukkan dalam dinosaurus bersayap mirip kelelawar, kelompok scansoriopterygid.

Baca juga: 69 Juta Tahun Lalu, Dinosaurus Paruh Bebek Jambul Hidup di Kutub Utara

Fosil ini pertama kali ditemukan oleh petani lokal, yang kemudian mendonorkannya ke Chinese Academy of Science’s Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology (IVPP) di Beijing.

Fosil ini memiliki kondisi sangat baik, dengan keberadaan sayap mirip kelelawar yang tersusun oleh membran. Fosil juga mendokumentasikan keberadaan bulu halus.

"Fosil ini hanya seukuran telapak tangan. Makhluk ini merupakan hewan kecil, berbentuk aneh, bergigi tonggos yang tidak mirip dengan hewan manapun yang hidup saat ini," ujar Jingmai O’Connor, paleontolog IVPP yang meneliti fosil ini, seperti dilansir Science, Rabu (8/5/2019).

Sayap A. longibrachum terbentuk dari tulang lengan atas (humerus) dan tulang hasta (ulna) yang memanjang. Sedangkan burung modern memiliki struktur sayap yang tersusun atas pemanjangan tulang jari (metacarpal). Hal ini menjadikannya lebih mirip kelelawar dibanding burung.

"Permukaan penghasil gaya angkat utama pada burung dibentuk oleh bulunya. Pada kelelawar, pterosaurus, dan juga scansoriopterygid, justru dihasilkan oleh lapisan kulit bermembran yang terentang antara tulang belulang di lengan," jelas O’Connor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Science
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X