Kompas.com - 09/05/2019, 18:08 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

“Hal yang paling tidak mengenakkan sebagai seorang pasien adalah stigma, baik dari lingkungan sekitar, maupun dari dalam diri sendiri”, ujar Paran Sarimita, mantan penderita tuberkulosis yang saat ini telah sembuh total.

Paran juga menjelaskan kesulitan untuk tidur dan beraktivitas normal kala masih menderita tuberkulosis. Sebelumya, Paran didiagnosa menderita MDR-TB, sehingga membutuhkan perawatan dan konsumsi obat dalam jangka waktu sangat panjang.

“Waktu itu berat badan saya hanya 36 kg, jadi butuh 15 pil obat setiap harinya”, jelasnya.

Penyakit ini mempertemukan Paran dengan komunitas penderita tuberkulosis lain, yang kemudian memberikan dukungan moral dan informasi yang dibutuhkan untuk menghadapi penyakit ini.

Support itu dibutuhkan banget, karena gak ada lagi yang bisa mengerti kita selain sesama”, ujarnya.

Baca juga: Pakar: Tuberkulosis Bisa Musnah Pada 2045, Asal...

Pencegahan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski tuberkulosis dapat menyerang siapa saja, namun hanya orang dengan ketahanan tubuh yang sedang lemah saja yang dapat mengembangkan gejalanya.

Untuk itu, Erlina menyarankan pembiasaan gaya hidup sehat sebagai benteng pertahanan pertama terhadap bakteri tuberkulosis.

Pola hidup sehat ini antara lain termasuk makan bergizi dan seimbang, istirahat cukup, tidak merokok, menjemur kasur atau alas tidur lain agar tidak lembab, dan membuka pintu atau jendela pagi dan sore sehingga ventilasi ruangan lancar.

Khusus untuk rokok, Erlina menekankan bahwa meski rokok tidak menimbulkan tuberkulosis, namun ia dapat meningkatkan risiko infeksi oleh bakteri tersebut.

“Satu batang rokok akan melumpuhkan silia (rambut getar) di saluran napas yang berfungsi untuk mengusir kuman keluar tubuh”, terang Erlina.

Selain pembiasaan pola hidup sehat, saat ini pemerintah dan berbagai instansi lain tengah mengupayakan penyebaran informasi terkait tuberkulosis. Hal ini diharapkan dapat memberikan edukasi pada masyarakat demi tercapainya target 2050 Indonesia bebas tuberkulosis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.