Kompas.com - 03/05/2019, 18:33 WIB
Tulang rahang bawah Xiahe ditemukan pada 1980 di gua karst Baishiya. Tulang rahang bawah Xiahe ditemukan pada 1980 di gua karst Baishiya.

KOMPAS.com - Para ilmuwan menemukan bukti bahwa spesies manusia purba yang disebut Denisova hidup di dataran tinggi Tibet.

Kemampuan untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem seperti itu sebelumnya hanya dikaitkan dengan spesies kita, Homo sapiens.

Nenek moyang manusia purba tampaknya telah mewariskan gen yang membantu manusia modern untuk bertahan hidup di ketinggian.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Nature, Denisova adalah spesies manusia misterius yang hidup di Asia sebelum manusia modern seperti kita berkembang di seluruh dunia, puluhan ribu tahun lalu.

Hingga kini, satu-satunya fosil manusia purba ini berasal dari beberapa fragmen tulang dan gigi di suatu situs purbakala Gua Denisova di Siberia.

Baca juga: Manusia Jenis Baru Ditemukan, Namanya Homo luzonensis, dari Filipina

Namun hasil tes DNA menunjukkan bahwa mereka adalah jenis yang berbeda dari manusia.

Kini, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi fosil manusia purba Denisova dari situs lain.

Fosil yang ditemukan adalah mandible atau tulang rahang bawah yang ditemukan pada 1980 di gua karst Baishiya, di ketinggian 3.280 meter di datarang tinggi Tibet, China.

Teknik yang disebut penanggalan seri uranimun digunakan pada endapan karbonat di tulang itu, dan didapati hasil bahwa fosil itu berumur 160.000 tahun.

Jean Jacques Hublin dari Max Planck Institute untuk Antropologi Evolusi di Leipzig, Jerman, mengatakan pihaknya menemukan bukti spesies manusia primitif yang hidup di ketinggian seperti itu adalah suatu kejutan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.