Kompas.com - 30/04/2019, 13:24 WIB

Untuk sampel uji tanah, plastik dikubur pada kedalaman 10 inci. Untuk tes paparan udara, sampel ditempatkan di tembok taman. Untuk uji kelautan, sampel direndam lebih dari satu meter di bawah permukaan pelabuhan Plymouth.

Sejak diletakkan di posisi masing-masing pada 10 Juli 2015, tim rutin memeriksa kondisi plastik termasuk tanda-tanda permukaan menghilang, muncul lubang, atau disintegrasi.

Mereka juga mengukur kekuatan sampel saat ditarik, untuk melihat seberapa mudah sampel rusak di bawah tekanan.

Di lokasi pelabuhan, semua plastik memiliki biofilm mikroba di permukaan setelah sebulan. Kantong kompos menghilang setelah tiga bulan.

Di lokasi terbuka di taman, semua plastik menjadi sangat rapuh untuk diuji lebih lanjut dan berubah menjadi mikroplastik setelah sembilan bulan. Setelah itu semua sampel tida bisa diuji lagi.

Di lokasi tanah, semua plastik tetap utuh dan masih bisa menahan berat tanpa robek.

Thompson menyimpulkan, klaim plastik mudah terurai tidak benar dan justru dapat menimbulkan masalah baru.

Jika melihat lebih dalam, studi Thompson juga menyoroti bagaimana istilah biodegradable dapat membingungkan konsumen. Label ini sangat mungkin membuat konsumen berpikir bahwa jejak plastik biodegradable akan segera hilang setelah dibuang.

Apabila plastik biodegradable dibuang ke tempat sampah daur ulang, hal ini juga dapat menggagalkan upaya reproduksi plastik konvensional menjadi kresek baru.

Para ahli memperingatkan, zat aditif kimia pada kantong plastik biodegradable dapat mencemari campuran yang lain, membuatnya tidak dapat digunakan lagi.

"Jika suatu plastik memiliki kemampuan untuk terurai, petugas daur ulang tidak ingin mencampurnya dengan plastik lain. Pasalnya mereka butuh materi konsisten agar tidak merusak produksi plastik konvensional," jelas Thompson.

"Pertanyaannya sekarang, bagaimana mengedukasi konsumen untuk membuang plastik biodegradable dan memisahkannya dari plastik konvensional".

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.