Misteri Mesir Kuno, Arkeolog Temukan Makam Megah Bak Istana di Luxor

Kompas.com - 23/04/2019, 10:38 WIB
Para arkeolog Mesir bekerja di dalam makam Shedsu-Djehuty yang baru ditemukan di pekuburan Draa Abul Naga di Tepi Barat Luxor, 700 km selatan Kairo, pada 18 April 2019. -Para arkeolog Mesir bekerja di dalam makam Shedsu-Djehuty yang baru ditemukan di pekuburan Draa Abul Naga di Tepi Barat Luxor, 700 km selatan Kairo, pada 18 April 2019.

KOMPAS.com - Para arkeolog menemukan makam yang sangat luas di tepi barat Luxor, Mesir pada Kamis (18/4/2019). Makam megah ini diperkirakan dibuat pada dinasti ke-18 Mesir kuno.

Makam yang berusia 3.500 tahun dengan luas 450 meter persegi itu memiliki 18 gerbang masuk. Para ahli meyakini, makam ini milik seorang bangsawan terkemuka bernama Shedsu-Djehuty.

"Shedsu-Djehuty adalah bangsawan pembuat emblem kerajaan untuk raja-raja Mesir," kata Mostafa Waziri, sekretaris jenderal Dewan Agung Kepurbakalaan Mesir.

Baca juga: Pembukaan Peti Mati Mesir Kuno Disiarkan secara Langsung, Apa Isinya?

Para pekerja Mesir mulai merenovasi makan itu setelah ditemukan pada 2018. Mereka menemukan lapangan luas, lantai keramik berwarna-warni dan lukisan dinding yang menggambarkan berbagai aktivitas, seperti membuat kapal dan berburu.

Tepi barat Sungai Nil di Luxor dikenal sebagai Lembah Raja-Raja, tempat para firaun dan para bangsawan dari Kerajaan Baru dimakamkan di makam-makam yang dipahat ke dalam karang. Dinasti ke-18 adalah dinasti pertama dari dinasti-dinasti Kerajaan Baru.

Makam itu adalah penemuan terbaru dari serangkaian temuan oleh Kementeria Kepurbakalaan Mesir. Menurut kementerian makin banyak tim penggalian yang bekerja seiring dengan pulihnya situasi keamanan di Mesir.

Mesir sedang berusaha meningkatkan kunjungan wisawatan yang menjadi sumber devisa penting, sejak jumlah kunjungan wisatawaan merosot tajam setelah unjuk rasa besar pada 2011.

Baca juga: Kapal Karam Berusia 2.500 Tahun Ungkap Kebenaran Perahu Mesir Kuno



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
Cara Mudah Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

Cara Mudah Meningkatkan Metabolisme dan Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X