Kompas.com - 19/03/2019, 17:34 WIB

KOMPAS.com - Para ilmuwan menemukan kapal karam di sungai Nil yang usianya sekitar 2.500 tahun. Bagi ilmuwan, transportasi tua bernama Kapal 17 itu ibarat lorong waktu yang bisa menjawab perdebatan dan rahasia selama berabad-abad.

Dalam buku sejarah Herodotus Histories yang terbit 450 SM, sejarawan Yunani Kuno menuliskan tentang sebuah kapal kargo di sungai Nil yang dinamai Kapal Baris.

Dalam deskripsinya, Kapal Baris dibangun dengan menggunakan batu bata, dilapisi papirus atau tanaman air yang digunakan untuk bahan membuat kertas di zaman kuno, dan kemudi panjang yang menembus lubang di bawah kapal.

Sistem kemudi itu juga terlihat dalam representasi selama periode Firaun. Namun hingga saat ini belum ada bukti arkeologis yang kuat tentang keberadaannya.

Baca juga: Berusia 2.400 Tahun, Kapal Tertua di Dasar Laut Hitam Ini Masih Utuh

Apa yang dideskripsikan dalam buku Herodotus sama seperti kapal 17 yang tenggelam di dekat Canopic Mouth of Nile, tertanggal di Periode Akhir 664-332 SM.

Meski sudah tenggelam lebih dari 2.500 tahun, kapal 17 masih dalam kategori sangat luar biasa. Para arkeolog bahkan berhasil mengungkap 70 persen lambung kapal.

"Baru setelah kami menemukan kapal ini, kami sadar apa yang ditulis dalam buku Herodotus benar," ujar arkeolog Damian Robinson dari The Oxford Centre for Maritime Archeology kepada The Guardian.

Sistem kemudi serupa, dari relief Deir el-Gebrâwi berusia2325-2155 SM. Sistem kemudi serupa, dari relief Deir el-Gebrâwi berusia2325-2155 SM.

Hal itu karena kapal 17 memiliki beberapa elemen yang dicatat oleh Herodotus dalam bukunya.

"Sambungan papan kapal 17 disusun sedemikian rupa sehingga tampak seperti susunan batu-bata yang dijelaskan Herodotus," tulis arkeolog Alexander Belov dari Pusat Studi Egyptological dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dalam makalah 2013.

"Papan kapal 17 dirakit secara transversal dengan papan kayu yang panjangnya mencapai dua meter. Hal ini sama seperti yang ditulis Herodotus. Kapal 17 memiliki papan yang dua kali lebih tebal dibanding kapal baris," ungkapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.